“Seperti cermin yang bersih, hidup benar akan memantulkan kerahiman Ilahi,” artinya, bahwa hidup yang lurus dan benar, yang diisi dengan kebaikan itu akan mencerminkan sifat dan kasih Tuhan kepada orang lain. Sama seperti cermin bersih (walau retak) yang memantulkan objek di depannya dengan jelas, hati dan tindakan orang yang hidup benar akan memancarkan cahaya kebaikan dan belas kasih Tuhan, sehingga orang lain dapat melihat dan merasakan kehadiran-Nya melalui orang tersebut.
Cermin yang bersih itu melambangkan jiwa atau hati manusia yang telah dibebaskan dari kotoran dosa dan keegoisan, sehingga mampu menangkap dan memantulkan kebaikan dari sumber yang sebenarnya.
Selain upaya pribadi, hidup berkomunitas itu akan membuat seseorang makin berdaya tahan dan berdaya pikat dalam memantulkan cahaya Ilahi, dengan hidup yang bening dan tidak keruh.
Salam sehat.
Jlitheng

