“Anak-anak hikmat itu kelihatan buah hidupnya: pertobatan, sukacita, dan kasih.”
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan ada dua macam anak: anak-anak di pasar yang menolak menari, dan anak-anak hikmat yang mengikuti irama kehendak-Nya.
Tuhan, kami tidak mau seperti mereka yang menolak seruan pertobatan Yohanes maupun menutup hati terhadap belas kasih Yesus. Kami rindu dihitung sebagai anak-anak-Mu yang mau mendengar, mengikuti, dan hidup seirama dengan Roh-Mu.
Besar karya-Mu, ya Tuhan, agung perbuatan-Mu; setiap orang yang merenungkannya akan kagum dan setia selamanya. Engkau mengingat perjanjian-Mu, memberi rezeki bagi umat-Mu, dan menyingkapkan kuasa tangan-Mu. Betapa mengagumkan misteri iman yang dinyatakan dalam Kristus: Ia menyatakan diri dalam daging, dibenarkan dalam Roh, dimaklumkan di antara bangsa-bangsa, diterima dalam iman, dan dimuliakan dalam kemuliaan. Sungguh, di dalam Dia kami melihat kepenuhan ‘hikmat dan kasih-Mu’.
Tuhan Yesus, Engkau tidak mengikuti irama dunia, tapi setia menuruti kehendak Bapa. Engkau merobohkan tembok pemisah, mencari yang hilang, dan makan bersama orang berdosa itu menyingkapkan, bahwa hati Allah penuh belas kasih.
Ajarlah kami, ya, Tuhan, untuk tidak menari mengikuti suara kesombongan, egoisme, atau kebencian, tapi untuk hidup seirama dengan melodi kasih, kerendahan hati, dan pengampunan-Mu.
Berilah kami keberanian agar hidup kami membuktikan hikmat-Mu: bertobat saat Engkau menyingkapkan dosa, bersukacita saat kami merasakan kasih-Mu, dan tetap teguh dalam persatuan satu sama lain. Berkati hidup kami agar jadi madah pujian, sehingga melalui kami, dunia melihat dan percaya akan kuasa penyelamatan-Mu.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

