“Hikmat itu dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya” (Luk 7: 35).
Penginjil Lukas menggambarkan orang-orang Farisi sebagai generasi yang sulit dipuaskan. Mereka menolak Yohanes Pembaptis, karena gaya hidupnya yang keras. Mereka juga menolak Yesus, karena keakraban-Nya dengan orang berdosa. Kritik ini menunjukkan ketertutupan hati mereka, sehingga mereka tidak menemukan kebaikan apa pun dari tindakan Yesus.
Kita pun sering kali seperti orang-orang Farisi dan Ahli Taurat itu, cepat menghakimi tanpa melihat kebenaran.
Yesus menunjukkan, bahwa hikmat sejati terlihat dari buahnya. Hikmat Tuhan tidak membutuhkan penilaian manusia, karena hikmat itu sendiri akan membimbing manusia pada kebenaran Ilahi yang sulit dipahami oleh pikiran manusia. Hikmat Tuhan terbukti dalam kasih-Nya yang merangkul semua orang, termasuk yang dianggap rendah.
Mari kita belajar menerima kebenaran Tuhan, meski sering kali datang dalam cara yang tidak terduga.
Mari kita membuka hati, mendengar suara Tuhan, dan mengikuti hikmat-Nya dengan rendah hati.
Fr. Edwardo, CSE
Rabu, 17 September 2025
1 Tim 3: 14-16 Mzm 111: 1-6 Luk 7: 31-35
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

