Dengan BKSN ini kita diajak bercermin, dan bercermin. Cermin siapa yang kita pakai? Adakah cermin yang tak retak, yang dengannya kita bisa bercermin?
Ada nasihat bijak “jangan bercermin pada cermin yang retak.” Ketika tidak ada cermin yang tak retak dalam hidup ini, apa yang kita bisa dapatkan dari cermin yang retak itu?
Dari cermin yang retak dapat dilihat sebagai pengingat untuk tetap menghargai hal-hal baik yang masih ada, dan menyadari ketidaksempurnaan yang mungkin terjadi, serta menjaga hal-hal berharga dalam hidup ini agar tidak rusak.
Salam sehat.
Jlitheng

