“Berakar dalam kerahiman-Nya, kami diangkat untuk hidup bijaksana.”
Yesus mengajarkan, bahwa “setiap pohon dikenal dari buahnya, dan hidup yang dibangun di atas sabda-Nya akan teguh berdiri, seperti rumah yang fondasinya di atas batu.”
Santo Paulus mengingatkan kami, bahwa sekalipun dahulu ia pendosa besar, kasih Allah telah mengubahnya jadi pewarta Injil. Pemazmur berseru: “Engkaulah Tuhan yang mengangkat orang kecil dari debu, dan meninggikan yang hina dari lumpur.”
Betapa besar penghiburan bagi kami, ya Tuhan, bahwa Engkau tidak menolak kelemahan kami, melainkan menjadikannya sarana untuk menyatakan kuasa-Mu. Paulus yang dulu penganiaya, Kauangkat jadi saksi kerahiman. Demikian juga Engkau rindu mengubah hati kami yang rapuh jadi subur dengan kasih.
Tolonglah, ya Tuhan, agar kami tajam dalam membedakan buah hidup kami. Jika yang muncul itu adalah iri hati, amarah, atau egoisme, jangan biarkan kami putus asa. Bawalah kami kembali pada kerahiman-Mu yang menyembuhkan dan menegakkan. Tumbuhkan dalam diri kami kebiasaan iman, kejujuran, kesabaran, dan kasih, sebagai buah Roh yang nyata dan bertahan.
Angkatlah kami hari ini dari ‘debu’ kelemahan dan kelalaian kami. Ajarilah kami untuk lebih mendengarkan, taat melaksanakan, dan lebih percaya pada penyelenggaraan-Mu. Dengan demikian hidup kami boleh memuliakan Engkau, Allah yang merendahkan yang congkak, tapi meninggikan yang rendah hati.
Yesus, jadikan kami rumah yang teguh berdiri di atas sabda-Mu, pohon yang berakar dalam kerahiman-Mu, dan murid yang menghasilkan buah yang menyejukkan sesama. Kami menyerahkan keluarga kami dan seluruh hidup kami dalam tangan-Mu, karena kami yakin kerahiman-Mu lebih kuat dari kelemahan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

