Simply da Flores
1.
Kepadamu yang bersorak kegirangan
ketika asap hitam nasib rakyat membubung
ketika nyala bara api lara berkobar
Ketika bangsa dan NKRI bergejolak
Bukan saja ban bekas dan kardus terbakar
Bukan saja tuntutan dan gugatan hangus
Bukan saja rintihan dan tangisan terbang
Bahkan kantor dan fasilitas umum lainnya hancur
Debu, serpihan puing, arang pun bertanya
Ini salah dan dosa siapa
Mengapa tanah air diwarnai kekakacauan
Apakah bangsa dan NKRI tidak boleh merdeka, maju dan makmur sejahtera?
Di mana persatuan dan harkat martabat kita Indonesia?
2.
Apa yang sudah dan sedang terjadi
Entah sampai kapan usai
Entah segera ada solusi bijaksana
Mari kita tanyakan bersama
Ini salah siapa?
Ini dosa siapa?
Apa manfaatnya bagi lara derita rakyat?
Uang siapa yang akan dipakai memperbaiki?
Ketika terjadi demonstrasi di mana-mana
dengan segala tuntutan dan harapan
Saat belum ada jawaban dan tanggapan
Dan
terjadi emosi serta kekacauan
ada korban yang terluka dan meninggal
ada aneka kata kasar dan caci maki
Bahkan penyerangan kepada aparat keamanan
Inikah NKRI dan bangsa kita Indonesia?
3.
Mari kita dengarkan jawaban
Yang sedang bertiup menguasai angin
Yang membara dalam kobar api
Yang bergentayangan di sosial media
Ini salah provokator asing
Ini salah petugas keamanan
Ini salah penyusup dan lawan politik
Ini salah kelakuan legislatif
Ini bukti kelemahan pejabat eksekutif
Ini salah para penegak hukum
Ini salah pegiat sosmed
Ini salah para koruptor dan oligarki
Parade “saling menyalahkan” bergemuruh
Dan masing-masing agungkan kebenarannya
Inikah solusi terbaik untuk bangsa dan NKRI?
4.
Lara derita rakyat terus bertambah
ketika menjelma jadi api emosi
saat berubah jadi anarki dan penjarahan
Banyak rakyat dan petugas keamanan jadi korban
Apakah ini kado HUT 80 Proklamasi NKRI?
Ketika masalah diselesaikan dengan saling menyalahkan
Ketika ada pejabat yang lari ke luar negeri
Di sosial media terus bergemuruh aneka informasi
yang isinya saling menyerang menuding
Gosip dan pertarungan kepentingan politik membara
Stategi dan jurus ekonomi pun berseteru
Sehingga makin membingungkan rakyat sederhana
“Ini salah siapa dan
Ini dosa siapa”
Ke mana nasib kita rakyat Indonesia?”
5.
Dalam arus tanya berantai
yang justru jawabannya gelombang tanya
lalu bergelora saling menyalahkan
Ke mana rakyat harus berharap dan berlindung
Di manakah dan kapankah terjadi
Para pemimpin bangsa jujur ikhlas
Para tokoh bangsa dan kaum cendekiawan
bergandeng tangan turun merangkul
lara emosi kegalauan rakyat?
Adakah mata air jawaban bijaksana
Menjelma jadi kolam dan sungai
untuk padamkan api amarah dan memberi solusi?
6.
Dalam arus tanya yang dijawab gelombang tanya
Ada doa dan rindu damba
kiranya segera para pejabat publik bersatu
bersama segenap tokoh bangsa dan cedekiawan
Turun mengayomi segenap rakyat
Bersama bangkit menatap mentari
dan kibar Merah Putih
Sambil menyanyikan lagu “Padamu Negeri”
karena sujud bertobat dan siap taqwa mengandalkan Kuasa Ilahi
Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa
dalam jiwa dan hati nurani kita
dalam pikiran sehat waras kita
dalam perkataan benar sahaja kita
dan perbuatan kita nyata berguna
Semuanya jadi satu nafas
Doa, amal kasih persaudaraan
dan kerja nyata patriotisme
Bagi kesejahteraan kita Indonesia

