Kupandang sejenak Tuhan Yesus yang tergantung di atas kayu salib. Dia adalah penyelamatku. Dia telah diurapi dan terus-menerus memberikan berkat-Nya padaku dan saudara-saudariku yang mengimani-Nya.
Dia juga menyertai hidup kami, hingga akhir zaman. Kabar baik selalu diberikan kepada kami, supaya kami makin teguh dan setia.
Bait Allah di Kota Nazaret jadi bukti, bahwa Dia adalah pribadi yang terurapi itu. Pesan yang disampaikan sangat tegas dan jelas. Untuk siapa dan ditujukan kepada siapa, juga sangat tegas dan jelas. Semua mata terbelalak memandang Dia dalam kekaguman. Kata-kata-Nya sungguh penuh kuasa dan wibawa.
Sekarang, kita sudah, sedang, dan akan terus-menerus menikmati berkat yang makin banyak dari Pribadi yang terurapi ini. Lewat berkat-berkat-Nya itu diharapkan kita makin bertumbuh dan matang dalam kepribadian dan kerohanian. Sejatinya yang diterima sebagai berkat harus berbuah juga jadi berkat bagi sesama.
Sahabat, selalu bersyukurlah di hadapan-Nya. Jika ada salib di depan kita, pandanglah Dia sejenak, dan katakan, “Engkaulah penyelamatku.”
Pejamkan mata dan minta berkat dari-Nya untuk aktivitas kita hari ini.
Rm. Petrus Santoso SCJ

