Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea dengan pewartaan di rumah ibadat Nazaret: “Roh Tuhan ada pada-Ku… Ia mengutus Aku untuk membawa kabar gembira kepada orang miskin… membebaskan para tawanan… memberikan penglihatan bagi yang buta… dan melepaskan orang yang tertindas.”
Roh yang sama, yang dulu melayang di atas air pada awal penciptaan, kini menggerakkan Kristus yang membawa Kerajaan-Nya kepada yang kecil, yang terlupakan, dan yang tertolak. Ia singkapkan, bahwa kerahiman-Nya tidak terbatas hanya bagi satu bangsa, tapi bagi segala bangsa, seperti ketika Elia diutus kepada seorang janda di Sidon, dan Elisa menyembuhkan Naaman, orang Siria.
Namun banyak orang menolak-Nya, karena tidak sanggup menerima kasih yang luas dan misi yang universal. Tapi melalui Rasul Paulus, Ia mengingatkan, bahwa kami bukanlah umat tanpa harapan. Sebab seperti Kristus wafat dan bangkit, demikian juga semua yang tertidur dalam Dia akan dibangkitkan dalam hidup kekal. Inilah pengharapan yang menguatkan kami di tengah duka dan memberi keberanian untuk jadi saksi kerahiman-Nya.
Bersama Pemazmur, kami mau menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan, mewartakan karya agung-Nya kepada segala bangsa. Biarlah langit dan bumi bersorak, sebab Ia datang sebagai Hakim yang adil dan setia.
“Ya, Bapa penuhilah hati kami dengan sukacita Injil dan pengharapan yang teguh dalam kebangkitan. Jadikan hidup kami pewartaan nyata akan Kerajaan-Mu, kesaksian tentang kebebasan, kesembuhan, dan keselamatan bagi semua orang.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

