“Jika ingin berhasil jadi pemimpin keluarga, jadilah pemimpin yang baik untuk diri sendiri.” -Mas Redjo
…
Saya bersyukur, karena lahir dan besar di lingkungan kampung yang warganya guyup rukun.
Dalam lingkungan keluarga besar, orangtua memberi teladan agar kami belajar peka, peduli, dan cepat tanggap untuk ringan tangan membantu kerepotan yang lain.
Semisal orangtua sibuk beberes di dapur, tanpa dikomando kami berbagi tugas mencuci pakaian, bebersih halaman, dan menyapu. Tujuannya dengan berbagi tugas itu agar kami memahami kewajiban masing-masing dan tidak malas, tapi saling membantu.
Begitu pula, jika ada tetangga yang repot dan kesusahan agar kami ikut spontan terlibat untuk meringankan beban hidup mereka.
Dengan bertambahnya usia dan saya jadi nalar, ternyata maksud dan tujuan keteladanan orangtua itu untuk membentuk karakter kami agar jadi pribadi yang baik, mandiri, dan bertanggung jawab.
Saya sadar dan memahami, bahwa “Membangun karakter baik sejak dini itu lebih mudah dan mengakar kuat, ketimbang kita membetulkan dan memperbaiki karakter buruk orang dewasa itu jadi baik. Ibarat kita menegakkan benang basah, dan itu sulit sekali.”
Keteladanan hidup jujur dan baik itu lebih berharga dan bermakna, jika dibandingkan emas permata atau tahta dunia.
Untuk sukses membangun keluarga sejahtera itu kita harus terlebih dulu mampu memimpin diri sendiri.
Untuk sukses jadi memimpin yang baik, kita harus berhasil memimpin keluarga sendiri lebih dulu!
Jadilah pemimpin yang rendah hati!
…
Mas Redjo

