“Menggoda dan digoda itu biasa dan lumrah. Ketika kita tergoda, siapa yang salah…?!”
Jawabannya sederhana, yakni yang bersalah itu mereka yang mencari pembenaran diri dan menyalahkan orang lain!
Lho, kok melongo?!
Faktanya, menyalahkan orang lain itu hal yang mudah, ketimbang kita bersikap jujur, berbesar hati, berani mengakui kesalahan, dan meminta maaf.
Ketika kita melihat seorang wanita berpenampilan seksi dan seronok, pikiran kita jadi mesum. Kita lalu menyalahkan wanita itu menggoda, karena pakaiannya minim dan tidak sopan.
Ketika kita melihat segepok uang tergeletak di jalan, uang itu diambil, karena harta yang tidak bertuan. Jika tidak diopeni itu mubazir. Namanya juga rezeki nomplok.
Mencari pembenaran diri itu hal mendasar dari setiap pribadi yang selalu merasa benar dan sombong.
Faktanya godaan itu muncul dari si jahat, karena iman kita yang lemah. Sehingga kita jatuh ke dalam dosa.
Berbeda hasilnya, jika iman kita kuat. Meski melihat wanita yang berpakaian minim dan seronok itu kita tidak tergoda. Karena kita tidak mempunyai pikiran buruk. Sedang berpikiran mesum itu berarti kita melakukan zinah rohani.
Begitu pula, ketika kita mendapati segepok uang di jalan. Jika tidak berharap uang itu jadi mubazir, alangkah bijak disumbangkan ke fakir miskin atau yayasan amal lainnya agar bermanfaat. Toh, uang yang jatuh itu juga tidak milik kita.
Sejatinya, kita terjatuh ke dalam godaan dan dosa itu berasal dari pikiran sendiri, ketika iman lemah. Sehingga kita mudah dirayu dan dibelokkan ke dalam jahat.
Mari berpikir jernih dan kritis serta dengarkan suara hati agar kita selamat dan bahagia!
Mas Redjo

