Simply da Flores
1.
Rakyat ibarat burung-burung liar
ditangkap, dibungkam dan dipasung
Kedaulatan adalah sangkar emas
yang membatasi segala harkat martabat
karena kata-kata maha daya
dijadikan alat mencaplok seluruh jiwa raga
“Kemerdekaan dan patriotisme
Kedaulatan dan keadilan
Kesejahteraan dan kemakmuran
Pembangunan bangsa
Dan lain-lain… “
Semua berkilau dalam kata-kata
tetapi berbeda dalam fakta pengalaman
2.
Lahirnya negara ini diperjuangkan
dengan jiwa raga, darah dan harta
Ribuan para pahlawan kusuma bangsa
Berkorban demi meraih cita-cita
mencapai kemerdekaan dan kehidupan sejahtera
serta keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
“Perjuangan mengusir penjajahan memang sulit
Tetapi
faktanya jauh lebih sulit adalah mengisi kemerdekaan NKRI
Apalagi berjuang melawan penjajah dari bangsa sendiri”
Apa itu kedaulatan rakyat
Di manakah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?
3.
Suara rakyat itu suara Allah
sering dikumandangkan dalam dinamika politik
Suara rakyat dipercatyakan kepada wakilnya
Suara rakyat memilih eksekutif
Kedaulatan rakyat diberikan kepada para pejabat negara
untuk mengelola dan melayani hak rakyat
Dengan hukum dan peraturan yang diandalkan adil
Dengan upah layak bagi para pejabat publik
Dengan doa dan sumpah jabatan oleh pejabat publik
Namun…
ternyata tidak seperti kenyataan yang dialami
Fakta politik terjadi berbeda-beda
Kepentingan pejabat dan para kroninya
justru lebih nyata diutamakan
Partai Politik justru berpesta pora atas nama rakyat
4.
Kedaulatan rakyat jadi lipstik
yang warnanya bisa berganti-ganti
menghiasi bibir para pejabat tamak dan koruptor
Suara rakyat seperti angin berlalu
sering terkapar di timbunan sampah dan got berbau tengik
Rakyat yang berbeda-beda kelas sosial ekonomi
juga kemampuan pendidikan dan kesehatannya
harus jadi pengemis di depan kursi kekuasaan
Sedangkan para pejabat yang dipilih dan dibayar
Wakil rakyat yang dipercayakan suara rakyat
terus berpesta pora dengan kekuasaan dan hartanya
sambil dijaga ketat aparat keamanan
5.
Rakyat terus mengais kedaulatannya
seperti pemulung yang menghampiri setiap tempat sampah
Seperti pengemis yang terlunta menadahkan tangan
Seperti para buruh yang upah murah dan terlantar tanpa pekerjaan
Seperti petani dan nelayan yang lara merana
sedangkan aneka bahan impor menguasai pasar
Seperti rakyat yang dibebani aneka pajak
padahal untuk kebutuhan pokok pun keteteran membiayai
Keadilan seperti ilusi dan mimpi buruk
Bahkan hukum tumpul kepada pejabat tamak dan koruptor
tetapi tajam berduri membelenggu rakyat
Rakyat pemberi suara dan pemilik kedaulatan terus dicengkram lara derita
Di manakah kedaulatan rakyat
Ke manakah nasib penderitaan rakyat
Sampai kapankah harus lara menderita?

