“Di usia lansia ini saya menerapkan prinsip, meski lamban yang penting sehat dan selamat.” -Mas Redjo
…
Prinsip itu diterapkan, karena saya ingin mensyukuri dan menikmati hidup yang damai sejahtera dan bahagia bersama keluarga.
Faktor yang utama adalah sadar diri. Sebagai lansia saya memahami tubuh yang mulai lemah dan reflek yang lamban. Tujuannya agar dalam melakukan suatu aktivitas itu saya tidak perlu tergesa-gesa dan cepat tuntas. Saya berlatih untuk merubah kebiasaan itu disesuaikan kondisi tubuh dan faktor umur. Tapi hasilnya tetap baik.
Sebagai contoh, yang semula saya senang minum air dingin, apalagi air es, lalu berubah dengan minum air hangat.
Pengalaman, biasanya setelah bekerja di luar rumah dan cuaca panas, saya langsung minum air dingin. Akibatnya adalah kepala saya seperti dihantam martil, dan rasanya nyeri sekali. Bersyukur, saya tidak terjatuh, dan sakit.
Sejak saat itu saya membiasakan minum air hangat dan tidak kenal cuaca panas atau dingin; baik pagi, siang, dan hingga malam agar tubuh ini hangat dan berkeringat.
Porsi makan pun mulai dikurangi, meski tidak mempunyai pantang makanan. Karena pencernaan mulai melemah, dan itu harus dijaga baik serta disiplin. Yang penting gizinya cukup.
Begitu pula, setelah duduk, jongkok, atau bangun tidur. Saya perlahan-lahan berdiri agar kesadaran saya pulih, dan normal. Lalu menjalankan aktivitas yang lain.
Apalagi, jika saya ke kamar mandi. Pengalaman hampir terjatuh saat melepas atau memakai celana itu membuat saya harus berpegangan tembok atau pintu.
Mandi juga harus secara benar, saya mulai membasahi kaki, lengan, dan anggota tubuh yang lain. Saya ingat pelajaran dari Ko Niko, ketika les renang di pemandian Muncul.
Pengalaman tetangga yang terkena stroke saat mandi itu menyadarkan saya juga untuk mandi secara hati-hati dan benar.
Sebagai lansia saya dituntut untuk sadar diri dengan keterbatasan, kekurangan, dan kelemahan saya tanpa harus malu diketahui orang lain.
Semangat lansia itu sederhana, “menjalani rutinitas secara berhati-hati yang penting itu sehat dan selamat.”
…
Mas Redjo

