Simply da Flores
1.
Anak-anak membuat perahu kertas
dengan sukacita penuh keyakinan
titipkan mimpi dan imajinasi
untuk berlayar melintasi tujuh samudra
Dengan senyum tawa penuh kreasi
bermain lumpur bermandi hujan
perlombakan kebodohannya dalam perahu kertas
Diterpa hujan dan dibasahi air selokan
menguji idenya mengalahkan sahabat
Dan
berkali-kali perahu kertas lunglai hancur terendam air
tetapi keceriaan tak terkalahkan fakta kebodohan
tetapi tekad keyakinan tak tunduk kepada fakta alam
2.
Bocah-bocah gen-Z milenial
ciptakan perahu-perahu digital
lalu berlayar di samudra maya
Ingin melintasi semua benua dan pelabuhan damba
agar bisa menulis kisah idenya
Ingin mengarungi waktu dan angkasa raya
karena perahu digital diberi sayap
sehingga sejuta bintang dan aneka planet dapat diraih
Ide, mimpi dan imajinasi diyakini nyata
Lalu lupa akan fakta kodrati
kakinya menginjak debu tanah
dan nafasnya diberikan udara dari alam lingkungan
3.
Anak-anak adalah perahu kertas
yang sedang belajar bermimpi
Bocah-bocah adalah perahu digital
yang dilahirkan dan berkreasi
berimajinasi tentang masa depan
Mereka bangga dilahirkan di zaman milenial
dan yakin hidup abadi sebagai data digital
Maka tradisi dan fakta sejarah
sering diabaikan dan dianggap kuno
Demi meraih masa depan digital abadi
tetapi mereka lupakan fakta sejarah kodrati sejarah tradisi
4.
Mereka sedang menggugat peran orangtua
sebagai obor dan penuntun langkah
Mereka sedang menagih warisan leluhur
agar tumbuh itu sebagian pribadi
dengan anak-anak dimensi diri
Bukan hanya kecerdasan otak semata
untuk menjawab pertanyaan kodrati
jadi apa dan siapa pribadinya
Perahu kertas
adalah anak-anak zaman yang bermimpi
tentang hari ini, esok dan masa depan
5.
Perahu digital adalah bocah-bocah milenial
yang sedang tumbuh kembang dengan energi digital
menulis kisah esok dan kehidupan abadi
dalam kreasi rindu damba dengan data digital
Bahkan ingin hidup abadi dan menjawab pertanyaan hakiki hanya dengan kecanggihan nalar saja
Perahu kertas dan digital
adalah perahu putra-putri pewaris generasi kita
Mereka diasingkan dari sesama dan hukum alam semesta
yang selalu mengalir dalam desah nafas
yang sedang bicara dalam detak jantung dan desir darah
6.
Dalam dinamika kemajuan iptek
selalu ada tanya menggugat para orangtua
tentang apa yang diwariskan bagi generasi penerus
Perahu kertas anak-anak menulis
Mereka menerjang samudra hampa
tanpa pedoman arah kemudi damba
Perahu digital bocah-bocah mencatat
Mereka menerobos angkasa maya
tanpa penuntun nurani sanubari
sebagai obor keutuhan pribadi
Entah salah orangtua atau kreasi zaman
Perahu kertas anak-anak zaman
adalah sebuah tanya generasi
Perahu digital bocah-bocah milenial
adalah sebuah gugatan para pewaris
7.
Ada kilat cahaya menyapa sanubari
Mungkin…
para orangtua sudah jarang berdongeng dan bercerita tentang kisah heroik para leluhurnya
Perahu kertas anak-anak kampung
menggugat perubahan kosmik adat budaya tradisi
dan fakta serpihan puing kearifan lokal
Perahu digital bocah-bocah milenial
jadi penegasan air mata balita dibayar dengan uang jajan dan gadget
Karena gengsi orangtua untuk berkomunikasi dengan anaknya
Karena ketakutan orang dewasa kepada bocah-bocah
untuk mengisahkan tradisi adat budaya leluhur
8.
Ada gemuruh petir menyambar kesadaran
Bahwa zaman mengubah hakikat
relasi orangtua dan anak-anak
dengan selera serta kepuasan
yang bisa dibayar dengan angka
Maka kemajuan iptek telah membalikkan posisi
air mata anak generasi dibeli dengan uang
Orangtua jadi hamba anak-anak
Dan mereka diberikan kebebasan mutlak
Untuk berkreasi dan berinovasi
dalam paradoks realitas dan misteri
dipandu keagungan pikiran semata
Sedangkan pribadinya adalah manusia butuh jasmani rohani
dengan beragam dimensi
sebagai berkat karunia Sang Pencipta

