Red-Joss.com – Certe iniquorum omnium caput diabolus est; et hujus capitis membra sunt omnes iniqui, setan adalah kepala segala yang jahat; dan segala sesuatu yang jahat adalah anggota-anggotanya. Begitu kata Gregorius Agung (540-604).
Setan berhasil menanamkan kebenaran palsu, ketika dia menggodai Hawa: Dengan makan buah ‘ini’ kamu akan menyamai Allah. Berdua dengan Adam, mereka lalu makan buah terlarang itu.
Berbohong telah menjadi benih dosa pertama yang ditanamkan oleh setan kepada manusia. Dengan berbohong Adam dan Hawa telah menggadaikan ‘relasi’ istimewa mereka dengan Allah kepada setan, sumber kebohongan itu.
Marcus Aurelius, dalam buku Meditations yang ditulisnya mengatakan bahwa:
“Kejujuran harus terdengar di suaramu dan nampak di matamu. Seorang yang jujur dan terus terang bagaikan seorang dengan bau badan. Ketika kamu satu ruangan dengan dia, kamu langsung tahu. Akan tetapi, kepalsuan bagaikan pisau (yang menancap) di punggung.”
Artinya, ketika berbohong sebenarnya kita sedang menggadaikan diri untuk sebuah nilai yang justru melukai hidup itu sendiri, tapi orang lain atau bahkan diri kita sendiri tidak menyadarinya.
Kebohongan bisa terjadi di manapun, dalam rumah, politik, medsos, dan bahkan dalam ruang spiritual. Tanpa disadari dapat saja terjadi kita telah terjerat di salah satunya.
Akan tetapi, jika kita tetap di dekat-Nya dan berjalan bersama-Nya, nurani kita akan dapat dengan cepat mendengar alarm tanda ada bahaya yang mendelat .
Di dalam DIA, kita tetap jadi lentera bagi sesama.
…
Jlitheng

