Sumpah dan janji itu harus ditepati dan dijalani dengan baik. Orang yang bersumpah dan berjanji itu diikat oleh sumpah dan janjinya sendiri. Apalagi, jika sumpah dan janji itu melibatkan orang lain atau berkaitan dengan jabatan. Tentu, ikatannya itu makin kuat.
Apa yang terjadi, jika orang tidak menepati sumpah dan janjinya? Yang pertama malu adalah pribadi yang bersangkutan. Tapi, seperti yang kita lihat, banyak sekali orang yang tidak peduli dengan sumpah dan janjinya. Mereka santai… bisa jadi sumpah dan janji itu sekadar omon-omon belaka.
Apalagi, dengan orang yang senang mengobral janji, kita jadi eneg, atau bahkan muak. Biasanya, pribadi itu manis di bibir, tapi tidak pernah diwujudkan. Kita menyebut yang bersangkutan itu sebagai tukang obral janji. Untuk pribadi-pribadi semacam ini akan mudah ditinggalkan atau dilupakan oleh sahabat-sahabatnya. Atau yang mungkin terjadi, dia tidak bakal dipercaya lagi.
Itulah sebabnya, Tuhan Yesus mengingatkan kita agar tidak mudah bersumpah atau berjanji! Tapi dipikirkan dengan baik dan seksama. Dibaca dulu sumpah dan janjinya itu. Bisa ditepati dan dijalani?
Disadari betul, ketika kita sedang bersumpah dan berjanji. Bisa tidak semuanya itu dipenuhi.
Bijaklah dalam bersumpah dan berjanji!
Macau, 25 Agustus 2025
Rm. Petrus Santoso SCJ

