“Ojo kagetan, ojo gumunan. Karena hidup ini adalah jalan cinta agar kita selalu bersyukur dan berserah.” -Mas Redjo
…
Ketika seorang teman memposting naik motor Ducati atau mobil Mercy, saya tidak kagetan maupun takjub. Saya tidak iri, apalagi berprasangka buruk terhadapnya.
Saya sadar-sesadarnya, bahwa rezeki setiap orang itu tidak sama. Saya juga tidak menganggapnya sombong dan pamer. Karena setiap orang itu mempunyai kehendak bebas untuk memilih, dan itu hak serta pilihannya dalam mengekspresikan diri.
Begitu pula, ketika banyak orang posting prestasi dan kehebatan dari anggota keluarganya. Saya juga tidak menilai hal itu pamer. Karena ungkapan dan ekspresi tiap orang untuk mewujudkannya itu juga berbeda.
Jujur, saya berusaha untuk tidak menilai buruk, mengadili, dan apalagi menghakimi mereka yang mengekspresikan diri lewat sosmed atau gaya hidup kesehariannya itu. Karena hal itu hanya menyakiti diri sendiri.
Alangkah baiknya, jika kita belajar untuk mengambil sisi positif dari postingan itu dan termotivasi. Jika ingin sukses dan berhasil, ya, kita dituntut berusaha dan berjuang pantang menyerah untuk mewujudkan impian itu.
Alangkah santunnya, sebelum kita memposting sesuatu itu bertanya pada diri sendiri untuk menilai dan memaknai kepantasannya agar kita tidak asal-asalan berbagi, tapi memberi manfaat dan bermartabat.
Alangkah bijak dan rendah hati, jika kita posting sesuatu itu didasari kasih untuk saling menghargai dan menghormati satu sama yang lain.
Jalan cinta dan semangat kasih itu makin bermakna, ketika kita saling mengasihi dan ikhlas hati.
Mas Redjo

