“Kemuliaan sejati itu bukan, ketika kita meninggikan diri, melainkan saat kita merendahkan hati di hadapan Allah. Dia-lah yang mengangkat orang kecil dan memberkati yang berjalan dalam jalan-Nya.”
Sabda Allah menyingkapkan, bahwa jalan berkat itu bukan lewat kuasa atau kehormatan, melainkan lewat kerendahan hati dan kepercayaan pada-Nya.
Rut, seorang asing yang tidak mempunyai apa-apa, selain kesetiaan dan iman, ia merendahkan diri untuk memungut sisa gandum di ladang. Namun Allah, dalam belas kasih-Nya, mengangkat dia, memberinya rumah, keluarga, bahkan tempat dalam silsilah Kristus Penyelamat.
Sebaliknya, dalam Injil Yesus menegur ahli-ahli Taurat dan orang Farisi yang hanya mencari kehormatan, tapi menambah beban bagi sesama. Mereka jatuh dalam kesombongan, tapi kerendahan hati Rut membuka pintu rahmat-Nya. Sabda Yesus adalah kebenaran, “Barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Betapa murah hati-Mu, ya Tuhan! Rut tidak memiliki kuasa, jaminan, ataupun kebesaran. Namun Engkau melihat imannya, pengorbanannya, kasihnya yang sederhana, sehingga Engkau menjadikan kisah kecilnya itu sebagai bagian dari karya keselamatan. Inilah kerahiman-Mu: Engkau meninggikan yang hina, Engkau memberkati yang hidup takut akan Engkau, seperti madah Mazmur: “Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.”
Bapa, ajarilah kami jalan kerendahan hati. Bebaskan kami dari kesombongan, haus akan pujian, dan dari sikap membandingkan diri. Berkati kami melayani dengan sukacita, meski tersembunyi, yakin bahwa Engkau melihat dan kasih-Mu yang menopang kami.
Semoga hidup kami, seperti Rut, berbuah bagi banyak orang. Ketika kami jatuh, ingatkanlah, bahwa bukan kekuatan kami, melainkan kerahiman-Mu yang mengangkat kami kembali. Demi Kristus Yesus, Putra-Mu yang taat dan rendah hati. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

