“Jika ingin sukses dalam berbisnis, jadilah pemburu yang tangguh.” -Mas Redjo
…
Tidak sekadar sebagai motivator, EJ bagi saya adalah sahabat yang mampu membangunkan minat saya untuk jadi seorang pemburu yang tangguh dalam berbisnis.
Peristiwa ini bermula, ketika saya mulai berwirausaha (2001). Saya menceritakan kegigihan seorang mahasiswa suatu perguruan negeri terkenal, SB yang berjualan kantong kresek di pasar KJ itu kepada EJ.
Setiap malam SB ke pasar KJ untuk menitipkan dagangannya ke tukang sayuran. Keesokan harinya sebelum kuliah ia mendatangi mereka untuk menagih uang setoran. Bahkan dari usahanya itu SB mampu membeli sebuah motor untuk kuliah.
Dari SB, saya belajar untuk pandai mengelola waktu agar antara kuliah dan berdagang itu tanpa ada yang dikalahkan, tapi sejalan seirama. Bahkan dengan motor itu untuk mendukung kelancaran kuliah dan bisnisnya di pasar.
Dari EJ, saya belajar untuk jadi pemburu yang tangguh dalam mencari pelanggan umkm lewat pendekatan yang intens, santun, dan akrab. Sehingga mampu mengalahkan pesaing lain di bidang sejenis.
Tidak hanya itu, dari EJ pula saya belajar menerapkan berbagai trik, terobosan di bidang pemasaran agar para pelanggan itu tidak mendua dan pindah ke lain hati. Di antaranya dengan memberi poin hadiah yang dapat ditukar setiap 6 bulan sekali, tabungan pergi umroh, dan sebagainya. Iming-iming hadiah itu diambilkan dari sebagian kecil keuntungan penjualan untuk menyenangkan pelanggan. Meski untung kecil, tapi pelanggan terus bertambah dan usaha jadi mantap.
Dengan selalu berusaha mencari terobosan baru dalam berbisnis, promosi lewat sosmed dan iming-iming berhadiah itu saya optimis dalam menghadapi persaingan usaha, apalagi ketika ekonomi dunia sedang melemah seperti sekarang ini.
Selalu berusaha untuk cepat beradaptasi dan lewat terobosan-terobosan baru, saya makin percaya diri dalam menapaki dunia usaha agar tetap eksis dan mantap.
…
Mas Redjo

