Simply da Flores
1.
“Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah Surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanamam”
Itu penggalan syair lagu grup Koesplus
Bicara tentang tanah air Indonesia dahulu
Tak tahu nasibnya hari ini
ketika merayakan HUT 80 Proklamasi NKRI
Seperti apa wajah tanah air serta sosok pribadi pejabat dan rakyat sekarang
2.
Ada potongan syair lagu Papua
Cerita tentang tanah air yang kaya raya alamnya
“Di sana pulauku
yang kupuja selalu
Tanah Papua tanah Surga
Hutan dan lautnya yang membisu slalu
Karunia Tuhan terima kasih
Gunung lembah dan sungai-sungai
mengalirkan emas…”
Namun …
nasib orang asli Papua
sedang lara derita merana
di tengah kelimpahan sumber daya alam yang terus dikuras
Apalagi saat berjuang menuntut keadilan
banyak yang mati karena dianggap GPK, OPM dan teroris
Adakah HAM bagi mereka dan seluruh rakyat bangsa ini?
3.
Bumi Maluku, Selebes, Borneo dan Sumatera
juga memiliki Surga kekayaan alam yang berlimpah
Kisah pesona kejayaan kerajaan tempo doeloe
Zaman keemasan di Nusantara
yang menggoda bangsa-bangsa dunia datang
Ternyata…
hari ini telah berubah sosok wajahnya
Hutan digunduli jadi perkebunan
Tanah subur menjelma jadi aneka tambang
Masyarakat pewaris tergusur merana
Entah ke mana hasil kekayaan alamnya
Di manakah Surga bagi anak cucu generasi?
4.
Jawa Dwipa tempo doeloe
terlahir adat budaya adi luhung
“Tata tentram gemah ripah loh jinawi”
Perlahan pudar diubah para pendatang
Ciptakan berdesakan sarana modern dan kota baru
berserakan aneka sampah dan limbah
Diselimuti hitam abu-abu permadani korupsi dan kolusi
dibanggakan para pejabat tamak
Entah sampai kapan akan sirna
sehingga cita-cita Proklamasi kemerdekaan NKRI terwujud
5.
Bali sungguh di kenal dunia
Pulau Dewata dengan keistimewaannya
destinasi wisata berbagai bangsa
Ada Surga karena harmoni alam manusia dan warisan spiritualnya
Sekarang wisata merebak ke Lombok Sumbawa Flores
Namun…
sampah kerakusan semakin menyerbu
ada sumber daya alam mulai dikoyak
ada Surga yang dilirik dan dicaplok
Tak tahu nasibnya esok
untuk anak cucu sebagai pewaris
6.
Hari ini mulai banyak Surga air mata
ketika suara yang dibungkam bicara
ketika media informasi menyibak fakta
Ada banyak Surga baru terus tercipta
Sudah lahir Surga sampah dan polusi
Terus berjamur Surga bangunan pabrik dan pemukiman
Berderet Surga kasus lingkungan
Ada Surga kata-kata ancaman bujuk rayu
Ada lagi Surga sumpah janji palsu
Subur semarak Surga judi dan narkoba
Ke mana nasib tanah air dan bangsa Indonesia esok?
7.
Tak bisa ditutupi dan dimanipulasi
Indonesia lahirkan Surga koruptor
Di sini tanah subur para maling dan tikus berdasi
Ada Surga mafia hukum
dan ada Surga oplosan aneka jenis barang dan manusia
Bahkan semakin marak sekarang
Surga pebisnis agama dan Tuhan
Jiwa raga bangsa sedang diracuni
dan generasi pewaris dibuat mabuk tak berdaya
8.
Indonesia tanah Surga
Antara rindu famba dan fakta
antara harapan cita dan kenyataan
Tanah air sedang dimutilasi dan digarong
diserbu dengan aneka srategi dan ideologi
apalagi di zaman digital milenial ini
dengan sistem dan wajah yang tidak kelihatan
Penjajah dari bangsa sendiri telah menjadi kacung kapitalis dunia
Entah bagaimana harus atasi masalah
dan semestinya berbenah diri
demi harkat martabat bangsa berdaulat sejahtera
serta NKRI yang sungguh-sungguh merdeka

