Mungkin untuk banyak di antara kita yang tidak mudah menerapkan peribahasa, “Bumi dipijak, langit dijunjung.” Ketika kondisi negara pada saat ini banyak hal yang tidak mudah kita pahami.
Sama tidak mudahnya untuk mengikuti ajakan “Indonesia memang tidak sempurna, tapi saya tetap mencintainya,” terutama bagi mereka yang belum merdeka untuk bisa makan dan gamang dengan masa depan anak-anaknya.
Dibutuhkan satu keberanian untuk tetap mencintai tanah air ini dalam iman dan harapan. “Gamang memang,” tapi sikap ini menunjukkan, meskipun Indonesia memiliki kekurangan dan masalah, rasa cinta dan harapan terhadap negara ini sebaiknya tidak boleh pudar.
“Kalau bukan kita, siapa?” Jangan sampai ada pihak lain yang merebut kemerdekaan itu dari kita.
Indonesia tanah air beta, di sana beta dilahirkan dan hidup, ‘kan kucintai sampai akhir menutup mata.
Salam sehat.
Jlitheng

