“Kaya materi itu tidak jaminan hidup bahagia, tapi kaya rohani itu jaminan masuk Surga.” -Mas Redjo
…
Khotbah Yesus di Bukit itu tidak sekadar mengingatkan, tapi juga menyadarkan kita, bahwa orang Kristiani itu harus mengutamakan harta Surgawi, yakni kasih Yesus, daripada harta duniawi.
Intinya, kita harus berani melepas kelekatan hidup dari materi. Bukan “Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada (Matius 6: 21),” melainkan pada Yesus yang adalah pokok anggur dan kita pengikut-Nya adalah ranting-rantingnya yang bergantung pada-Nya untuk berbuah (Yoh 15: 1-8).
Peneguhan jiwa ini makin mantap, ketika seorang pemuda bertanya pada Yesus tentang bagaimana mendapatkan hidup yang kekal (Mat 19: 16-23).
Sebagai umat Kristiani kita dituntut untuk berani melepaskan kelekatan kita dari materi, kesombongan, kebencian, keegoisan, dan hal-hal negatif itu untuk fokus pada belas kasih-Nya.
Inti iman Kristiani adalah mengasihi Tuhan di atas segala-galanya. Kita telah ditebus-Nya di kayu salib, dan dengan kebangkitan-Nya itu kita diselamatkan-Nya.
Berguna bagi sesama, karena hidup kita harus berbuah itu yang jadi motivasi iman Kristiani. Sumber kasih-Nya adalah Yesus.
Dengan memohon berkat Tuhan dan fokus mengedepankan kasih-Nya dalam hidup keseharian, kita menabung harta Surgawi itu untuk jaminan hidup kekal.
Tuhan memberkati.
…
Mas Redjo

