Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jika ya, katakan ya, dan
jika tidak, katakan tidak.
Karena selebihnya berasal dari Iblis.”
(Yesus Kristus)
Sosok Pribadi yang Labil
Sosok pribadi yang tidak bersikap konsisten dan tidak berintegritas ini, sering kali mudah diombang-ambingkan dalam bersikap. Mengpa? Mereka tidak memiliki sikap batin dan pandangan yang terarah, tegas, serta pasti. Dalam konteks ini, mereka ibarat sebuah biduk yang dengan mudah akan dipermainkan arus gelora samudra.
Demikian pula dengan sesosok pribadi yang tidak berpendirian teguh di dalam dinamika kehidupan ini. Ia akan mudah diseret oleh arus zaman, yang justru akan kian tidak menentu. Dalam konteks kerumitan ini, sangat dibutuhkan hadirnya sosok pribadi yang bersikap matang dan konsisten.
Sosok Pribadi Bunglon
Sosok pribadi ambigu alias sosok pribadi bunglon adalah sosok pribadi yang sangat sulit untuk dipahami, karena tindakan, pemikiran, atau perasaannya yang memang tidak jelas atau memiliki makna ganda. Orang-orang di sekelilingnya tentu akan bertanya-tanya, ‘Siapakah sesungguhnya orang ini?’
Kehadiran sosok pribadi seperti ini, biasanya sangat mengacaukan suasana kehidupan. Mengapa? Ia akan menampilkan sikap hidup yang serba tidak jelas. Jadi, apa sesungguhnya maunya dalam bersikap? Maka, lambat laun, kualitas perkomunikasian antar sesama itu kian terganggu juga.
Sang kebjikasanaan berkata, bahwa, “Jika ya, katakan ya. Jika tidak, katakan tidak. Karena bukanlah, selebihnya itu, justru berasal dari Iblis?”
Amanat di Balik Tulisan ini
Lewat amanat dari tulisan ini, kepada manusia diajarkan agar senantiasa bersikap secara jelas, tegas, dan transparan.
“Lebih baik bersikaplah panas atau dingin, asal tidak yang suam-suam!”
“Maka, katakan tidak, jika itu memang tidak!”
Kediri, 19 Agustus 2025

