Terima kasih untuk suatu pengalaman keramah-tamahan. Terima kasih juga untuk suatu pengalaman penolakan. Mengapa harus berterima kasih untuk kedua pengalaman itu?
Kaki-kaki kita selalu bergerak. Hidup kita juga melewati banyak perjumpaan dengan pribadi yang dikenal maupun tidak.
Diterima atau ditolak itu biasa. Semua itu tergantung dari sikap kita untuk menikmati dunia ini atau berpetualang?
Jika kita memilih menikmati dunia ini, kita merasa bahagia, tapi tidak banyak mengubah hidup kita. Sebaliknya, dengan berani hidup berpetualang, kita bakal berhadapan dengan aneka macam situasi, yang intinya: diterima atau ditolak? Yang dipentingkan adalah kita dituntut untuk mudah membuka hati dan beradaptasi dengan keadaan di sekitar, supaya orang lain dapat dekat dan memahami kita. Mereka mempunyai keramah-tamahan, tapi tidak semua mempunyai senyuman untuk menyambut kehadiran kita. Mengapa? Sebab hati ini tidak bisa dipaksa untuk bertemu.
Meski demikian, kita bisa belajar terus menerus, karena misteri hidup ini tidak cukup dipahami dalam sehari. Masih ada 6 hari yang lain. Masih ada banyak waktu yang akan menggerakkan kaki-kaki kita berjalan dan masih banyak pribadi yang menyimpan misteri untuk bisa diselami dan dimaknai.
Ingat, jangan menyerah sampai di sini, ada petualangan baru menanti di perjalanan berikutnya.
Selalu bersyukur dan bersemangat, karena hidup ini sangat bermanfaat dan bermakna bagi sesama.
Rm Petrus Santoso SCJ

