“Hendaklah engkau tidak pernah menaruh benci kepada sesamamu, apapun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu” (Sir 10: 6).
Hari kita diingatkan, bahwa kunci kedamaian dalam sebuah negara adalah hidup berdampingan satu sama lain, tidak menaruh kebencian dan tidak mendahulukan nafsu dalam segala apapun, terutama nafsu untuk menguasai orang lain yang lebih lemah dari kita.
Sering kali kita lupa untuk mendahulukan cinta kasih kepada sesama, ketika harga diri kita dilukai atau direndahkan, dengan amat mudah kita melampiaskan nafsu kita, entah dengan marah, benci, dendam, bahkan menuntut sebuah pembalasan, padahal Allah menghendaki agar kita senantiasa berbuat baik, supaya perbuatan baik kita membungkam musuh dan lawan kita (bdk. Sir 10: 5). Karena itulah sebagai orang beriman yang telah hidup merdeka, janganlah kita hidup sebagai hamba, yaitu hamba atas nafsu-nafsu kita, tapi hendaklah kita menghormati semua orang, menaruh kasih kepada sesama, dan yang paling penting adalah takut akan Allah (bdk. 1 Ptr 2: 17), sehingga pada akhirnya kita mengerti sabda Tuhan ini: “Berikanlah kepada Kaisar yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat 22: 21b).
Sr. M. Valentina, P. Karm
Minggu, 17 Agustus 2025
Sir 10:1-8 Mzm 101:1-3.6-7 1Ptr 2:13-17; Mat 22:15-21
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

