“Menerima Kerajaan Allah seperti anak kecil berarti datang kepada-Nya dengan percaya, sederhana, dan hati yang tak terbagi.”
Hari ini Yesus menyambut anak-anak kecil dan menegur para murid-Nya yang mencoba menghalangi mereka. Sebab bagi mereka itu Kerajaan Surga diberikan. Mereka yang datang dengan percaya, tangan terbuka, dan tanpa kepura-puraan.
Dalam pesan perpisahannya, Yosua mengajak umat-Nya untuk memilih: melayani allah lain atau setia kepada-Nya. Mereka menjawab, “Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dia adalah Allah kita.” Jawaban itu lahir dari hati yang sederhana, tak terbagi, dan seperti iman seorang anak.
Seperti Pemazmur, kami mengakui: “Engkaulah bagian warisanku dan pialaku… aku senantiasa memandang kepadaMu.”
Anak kecil tidak menggenggam banyak harta, tapi merasa cukup bersama orang yang ia kasihi dan percayai.
Ya, Allah Bapa, ampuni kami, bila kesombongan, rasa ingin dihargai, atau kata-kata kami yang kurang manis justru jadi penghalang bagi orang untuk datang kepada Yesus. Bersihkan hati kami dari keinginan untuk dikagumi atau menguasai, sebab semua itu tidak penting bagi seorang anak.
Berilah kami kerendahan hati untuk bergantung pada-Mu, ketulusan untuk jadi seperti yang Engkau kehendaki, dan kemurnian hati yang memancarkan terang-Mu. Mampukan kami berpegang pada-Mu sebagai bagian warisan kami, berjalan aman di jalan-Mu, dan hidup, sehingga orang lain tertarik datang kepada Putra-Mu, sumber sukacita dan warisan kekal kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

