Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Nyawa ini adalah pinjaman dari pastor Maximilian Maria Kolbe”
(Franciszek Gajowniczek)
Mati Satu Tumbuh Seribu
(Patah tumbuh, hilang berganti)
Benarkah, bahwa di dunia ini, kini masih ada orang-orang yang justru ’rela mati’ demi menyelamatkan nyawa orang-orang lain? Hanya demi sebuah alasan kemanusiaan? Juga demi sebuah masa depan yang lebih cemerlang dan kebahagiaan orang-orang yang dibelanya itu?
Dalam konteks yang satu ini, ternyata dunia kita ini pernah digemparkan, dan bahkan telah mencatatnya dengan tinta emas, demi kemanusiaan sejati. Prinsip yang paling agung, ‘karena mati satu, maka akan tumbuh seribu.’ Inilah prinsip, “Patah tumbuh, hilang berganti.”
Sejarah yang Paling Pilu
Bagaimanakah reaksi spontan batin Anda, tatkala mendengar dan mengingat kembali sebuah kisah sejarah yang paling pilu dalam peradaban umat manusia?
Ya, kisah kejamnya tentara Nazi Jerman dengan pemimpinnya Adolf Hitler yang berideologi rasis dan brutal, telah membantai jutaan orang, terutama orang Yahudi melalui Holocaust di kamp konsentrasi Auschwiz.
Tatkala seorang tahanan melarikan diri, maka tentara Nazi pun kian kejam. Kini giliran seorang pria bernama ‘Franciszek Gajowniczek yang siap untuk dihukum mati. Tapi apa yang terjadi?
Pria nan malang itu berseru histeris, “Saya masih mempunyai keluarga dan anak-anak, mohon, saya jangan dihukum mati.”
Mendengar teriakan histeris itu, seorang Pastor maju sambil berkata, “Saya akan menggantikan pria itu. Saya tidak mempunyai istri dan tak mempunyai anak.” Nama saya Pastor Maximilian Maria Kolbe.
Akhirnya Pastor nan mulia itu disuntik mati pada tanggal 6 Agustus 1941.
Realitas Dunia Kita Kini
Ketika manusia kini berlomba-lomba demi meraih kenikmatan semu di dunia ini, paham hedonisme dan materialisme, namun masih juga ada orang yang justru mengingkari paham yang sangat mendewakan kenikmatan duniawi, pangkat dan kuasa semu semata ini.
Bahkan masih ada orang-orang yang rela mengorbankan dirinya di dalam kesunyian, asalkan orang-orang lain dapat hidup bahagia. Kisah keberuntungan Franciszek Gajowniczek adalah sebuah bukti aktual dari sebuah sejarah yang paling kelam di jagad hidup ini.
Pria yang mencapai usia 91 tahun ini, tidak pernah sanggup untuk melupakan kisah heroik dari Pastor asal Polandia yang dengan gigih dan gagah perkasa siap menggantikannya.
’Kredonya’ Franciszek Gajowniczek
“Nyawa ini adalah pinjaman dari Pastor Maximilian Maria Kolbe,” demikian seruan histeris yang selalu mengalir dari kesadarannya lewat bibir tulusnya itu.
In te Confide!
Kediri, 16 Agustus 2025

