“Sampai kapan Aku harus menunggu …?”
Hari ini, besok, lusa, hingga berganti ke minggu, bulan, dan tahun…
Lama sekali engkau tidak datang lagi di kemah suci-Ku. Ada apa denganmu?
Marah, kecewa, atau engkau tidak membutuhkan-Ku?
Bagaimana dengan rancangan-rancangan-Ku untuk hidupmu dan masa depanmu? Bukankah Aku yang mencipta dan mengaturnya? Bukankah Aku yang menyertai engkau dan menunjukkan jalanmu? Semuanya itu dirancang baik untuk kebaikan hidupmu! Tidak maukah kamu mampir sejenak di kemah suci-Ku?
Bagi engkau menunggu itu membosankan, tapi bagi-Ku tidak. Sampai kapan pun, Aku tetap menunggumu di kemah suci-Ku.
Bagi engkau menunggu itu membuang-buang waktu, tapi bagi-Ku tidak. Sampai kapan pun, Aku tidak membiarkan waktu ini berlalu tanpa menyambut kedatanganmu di kemah suci-Ku.
Mengapa Aku melakukan semua ini? Aku teramat mencintai dan menghasihi engkau. Tujuan-Ku satu, yaitu menyelamatkan hidupmu.
Jika engkau banyak bertanya dan kritis, tapi tidak pernah mau datang di kemah suci-Ku … itu bohong. Kamu mau dikatakan hebat, tapi sebenarnya tidak ada apa-apanya. Pikiranmu dipenuhi banyak keinginan, tapi jiwamu kosong.
Datanglah ke kemah suci-Ku. Aku merindukanmu…
Rm Petrus Santoso SCJ

