“Demikian juga Bapamu yang di Surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang” (Mat 18: 14).
Menarik, bahwa Yesus menggambarkan diri-Nya seperti seorang Gembala yang mau menyusahkan dirinya untuk mencari seekor domba yang tersesat dan meninggalkan yang 99 ekor lainnya. Hal ini mau menekankan betapa berharganya kita bagi Allah. Kita dikasihi Allah sedemikian besar dan tidak menghendaki kita terpisah dari-Nya.
Seperti domba yang mudah tersesat, kita juga memiliki kecenderungan jatuh dalam dosa (concupiscentia). Segala tarikan duniawi dan godaan dari si Jahat dapat dengan mudah menjatuhkan kita dalam dosa. Maka, kita perlu senantiasa waspada dan berjaga-jaga.
Tuhan Yesus, Sang Gembala yang baik, senantiasa membimbing kita kawanan-Nya. Ia selalu hadir dalam kehidupan kita. Tuhan menyatakan kehadiran-Nya lewat Kitab Suci, Ekaristi, Pengakuan Dosa, doa-doa bersama maupun doa pribadi.
Apa tanggapan kita? Apakah kita mau mendengarkan arahan dan bimbingan-Nya? Ataukah kita mengeraskan hati, sehingga kita tersesat dan menjauh dari Tuhan?
Sr. M. Gregoria, P. Karm
Selasa, 12 Agustus 2025
Ul 31: 1-8 MT Ul 32: 3-4.7-9.12; Mat 18: 1-5.10.12-14
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

