Simply da Flores
1.
Kami tidak pernah menciptakan air
tetapi hadir untuk menampung dan mengalirkannya
Dari tebing batu menetes air bening
dari rimbun hutan belantara
hujan ditadah dan diteruskan
dari tampungan kolam dan air tanah
kami terima ziarah air melintas menuju muara untuk menjumpai samudra
Kami tak pernah minum dan mandi dari air yang mengalir
Karena demikianlah kami tercipta
sebagai bagian wajah alam lingkungan
2.
Katak dan cebong berpesta ceria
menikmati air yang kami alirkan
Capung dan kupu-kupu beterbangan dan ikut minum
Berbagai hewan juga datang minum dan mandi
Beragam makhluk tinggal di sungai karena menikmati air
Manusia pun datang menimba berbagai kebutuhan di aliran sungai
Musim silih berganti kami alami
ikuti dinamika perubahan zaman
3.
Ketika hutan rimba digundulkan
saat gunung bukit berubah jadi lahan perkebunan
atau aneka kegiatan tambang
Kami sungai terima sampah dan lumpur
Kami dibanjiri plastik dan aneka limbah beracun
Kami bisa kekeringan dan ikut dikuras batu pasirnya
Kami biasa diuruk dan dihilangkan
Manusia terbiasa mengoyak alam lingkungan
demi aneka kebutuhan dan harta kekayaan
4.
Mengapa kami dahulu alirkan air jenih
dari hulu gunung menuju muara
tetapi sekarang merana, kering dan ditimbun sampah
Ke mana banyak makhluk penghuni sungai pergi dan para pemanfaat air sirna
Bagaimana wajah kami ditimbun sampah plastik dan aneka limbah beracun
Mengapa saat banjir dan longsor melanda
kami dipersalahkan karena batu pasir tak mampu menahan air hujan
Hanya manusia yang tahu jawaban nasib kami
Sungai-sungai terus kering merana dan sirna
5.
Batu-batu di hamparan sungai bicara
banyak saudaranya diangkut dan diperdagangkan
Pasir-pasir meratap tak berdaya
dikuras dari perut sungai oleh alat berat
demi aneka bisnis manusia
Kebuasan manusia merekayasa zaman
demi penuhi kebutuhan dan selera
Tinggalkan aneka masalah alam lingkungan
yang meski sudah lahirkan bencana alam
Namun belum juga insyafkan pikiran mereka
sehingga kesadaran akan ketergantungan pada alam lingkungan semakin rabun dan tuli
Entah sampai kapan manusia bijaksana

