“Salib menyingkap harga kerahiman, dan tanda-tanda kecil mengingatkan, bahwa kita tak pernah sendirian.”
Hari ini Yesus kembali menyatakan misteri kasih-Nya: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia; mereka akan membunuh-Nya, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Para murid mendengar ini dengan sedih, belum memahami, bahwa salib adalah takhta kerahiman Ilahi mengalir bagi seluruh dunia.
Hal yang dinubuatkan para nabi, bahwa Anak Domba Allah akan memikul dosa kami, menebus kami dengan darah-Nya, dan membuka gerbang Kerajaan-Nya.
Tuhan Yesus, bahkan saat berbicara tentang sengsara-Nya, Dia tetap memperhatikan hal-hal kecil dalam hidup, seperti menyediakan uang untuk pajak Bait Allah dengan cara yang menguatkan hati Petrus. Dia mengingatkan Petrus dan kami, bahwa meski kami menghadapi ujian, kelemahan, dan langkah yang keliru, kami tetap anak-anak Kerajaan-Nya. Dia sering mengirimkan tanda-tanda, bukan untuk dipamerkan, tapi untuk meyakinkan, bahwa Dia selalu menyertai, baik lewat rahmat kecil, kata yang tepat waktu, atau sukacita tidak terduga yang menyatakan, “Aku ada di sini.”
Seperti dengan Musa yang mengajak Israel untuk takut akan Allah, berjalan di jalan-Nya, mengasihi dan melayani-Nya dengan segenap hati, tanamkanlah dalam kami kerinduan akan Sabda-Nya dan akan Tubuh serta Darah Kristus dalam Ekaristi.
Ampunilah kami yang sering gagal mengenali Yesus dalam diri mereka yang miskin dan menderita, dalam Sakramen Mahakudus di Altar, dalam sabda-Nya yang diwartakan, dan dalam diri mereka yang Kau urapi untuk melayani sesama.
“Ya, Roh Kudus, ajar kami menghargai setiap tanda kasih Allah, dari salib yang menebus kami sampai rahmat kecil setiap hari. Teguhkan hati kami, perdalam kasih kami, dan jadikan hidup kami makin mencerminkan wajah Yesus. Dalam nama-Nya, kami berdoa. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

