Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Ketulusan adalah sebuah ekspresi kejujuran psikologis, yang terpancar lewat sikap lahir dan batin”
(Didaktika Hidup Sejati)
Sosok Spesial yang Sulit Dijumpai
Alangkah bahagianya, tatkala Anda, sempat bersua wajah dan bertatap mata dengan sosok pribadi yang sungguh berjiwa tulus. Pada saat istimewa itu, yakinlah, bahwa Anda akan terpana dan terpesona seketika, karena berhadapan dengan ekspresi dan pancaran ketulusannya.
Mengapa demikian? Ya, karena di dalam hidup ini, ternyata betapa sulitnya kita berjumpa dengan sesosok pribadi spesial seagung ini.
Dia Sanggup Menerima Apa dan Siapa saja
Berhadapan dengan sosok pribadi yang sungguh tulus ini, Anda dapat bertekuk lutut di hadapannya. Anda pun seolah-olah luluh dan leleh atas dan karena pancaran jiwa ketulusannya. Karena dia tampil amat ramah, sederhana dan seadanya saja, serta tidak banyak tingkahnya pula.
Baginya, apa dan siapa pun itu akan diterimanya sebagai sebuah kewajaran yang memang layak harus diterimanya. Artinya, di dalam hatinya, dia akan merasa senasib dan sekutub dengan siapa saja.
Di sisi lain, dia tidak merasa, bahwa dirinya lebih tinggi, luhur, dan lebih penting daripada orang-orang lain. Bahkan baginya, orang-orang itu adalah sebagai bagian yang tak terpisahkan dari dirinya. Artinya, bahwa orang lain itu sesamanya. Karena itu, dia dengan tulus menerima ‘apa dan siapa’ saja.
Tulus bagaikan Merpati
Burung merpati itu adalah simbol dari sikap kesetiaan dan ketenangan sejati, memiliki hati yang bersih, dan tidak menyimpan niat-niat jahat.
Bukankah, burung merpati itu adalah sejenis burung yang tidak berbahaya, sangat jinak, dan tidak agresif. Oleh karena itu, tidak pelak, ia sering akan dikaitkan dengan sikap kecerdikan seekor ular, sebagai simbol dari suatu keseimbangan antara kecerdikan dan ketulusan.
Bagi kehidupan kita manusia, hal ini sebagai sebuah kunci hidup. Sebuah kunci yang sanggup membuka khasanah kebijaksanaan hidup, yakni sebagai suatu seimbang dan efektivitas hidup.
Maka sungguh ketulusanmu itu memang tidak pernah akan kedaluwarsa!
Refleksi
“Hendaklah kamu, cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati!”
(Yesus Kristus)
Kediri, 11 Agustus 2025

