Kemarin, setelah lama tidak berkabar, saya menerima WA ini: “Mas, aku sekarang sudah bau tanah,” kata adik kelas di SMA. Namanya Martinus.
“Koq sambat seperti hilang harapan begitu, ada apa?” jawabku .
“Aku kena stroke, tidak bisa jalan, bicaraku susah, jari tidak mau dikendalikan.” Satu ungkapan gamang tentang makna hidupnya. (Deg, aku ora maido)
“Kamu tuh, Ayah yang sukses lho, 3 anak semua berhasil: Dokter, Pastor, Guru. Ojo lali,” jawabku. Ketiganya berprofesi di bidang kesehatan (fisik, rohani, nalar).
Entah mengapa saya jadi ingat lagu Koes Plus, “Andaikan kau datang kembali” (waktu, usia, kesehatan). Dengan stroke, seperti semua itu lenyap. Sedang lagu Koes Plus itu seperti pengingat, kalaupun sehat fisik menurun, sehat rasa dan iman itu harus tetap dijaga.
Martin sudah menunaikan tugas suci, mirip dengan Santo Yosef, suami Bunda Maria. Iman dan kesetiaan Santo Yusuf yang memperkuat Maria mewujudkan “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Salam sehat.
Jlitheng

