“Berani untuk membuka hati dan merendah di hadapan Tuhan agar hidup kita makin dimudahkan-Nya.” -Mas Redjo
Hidup ini berat atau sulit, dan ringan atau mudah itu pilihan, karena kita yang memilih dan memutuskan hal itu serta menjalaninya.
Ketika malas membaca, belajar, dan malas bekerja, saya mudah sekali menemukan, dan bahkan membuat masalah.
Tidak sekali dua saya dihukum oleh Guru untuk berdiri di dekat papan tulis, sehingga jadi tontonan teman-teman. Karena berbuat ulah dan nilai jelek, saya pernah dilarang mengikuti pelajaran Bahasa Inggris oleh Bruder.
Semangat perubahan dalam hidup saya itu termotivasi dan terinspirasi oleh Pak Pratiknyo, guru agama dan sekaligus Bapak Pemandian saya di SMA.
“Sesungguhnya di dunia ini tidak ada orang bodoh, tapi yang ada itu orang rajin dan pemalas.”
Saya jadi termotivasi untuk berubah dan perbarui hidup. Karena makna baptisan itu tidak sekadar diajak, tapi dituntut untuk jadi manusia baru!
Jujur, dan saya sadar-sesadarnya. Karena pemalas, saya jadi bodoh dan hidup ini makin berat dan sulit. Ketika rajin belajar dan bekerja, hidup saya serasa dimudahkan Tuhan. Saya juga jadi pribadi yang tidak mudah menyerah dan berputus asa. Tapi saya selalu ditantang dan termotivasi untuk mencari solusi dan jalan ke luar dari akar permasalahan hidup.
Caranya adalah saya dituntut untuk terus merenus berkreasi dan inovasi dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman. Saya ditempa untuk jadi pribadi yang sabar, tabah, dan rendah hati.
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh 14: 6).
Adalah sumber inspirasi saya untuk terus berjuang agar jadi solusi dan mampu memberi jalan ke luar bagi mereka yang berbeban berat dan sulit dalam menapaki hidup ini.
Mas Redjo

