“Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (Mat 16: 16).
Zaman sekarang banyak orang yang dengan bangga mengakui, bahwa dirinya ateis dan menyangkal keberadaan Tuhan. Banyak hal yang memicu mereka untuk menolak Tuhan, antara lain: luka batin, trauma masa lalu, dendam, kebencian, penderitaan, maupun tawaran-tawaran dari media sosial yang makin menjauhkan mereka dari usaha untuk mencari Tuhan.
Mengakui Yesus sebagai Tuhan merupakan suatu rahmat istimewa dari Tuhan. Rahmat istimewa ini dicurahkan oleh Roh Kudus yang kita terima lewat pembaptisan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus” (1 Kor 12: 3b).
Petrus dikuasai Roh kudus dan ia terbuka akan dorongan Roh kudus, sehingga ia dapat menjawab dengan benar, bahwa Yesus adalah Anak Allah.
Begitu juga saat ini, kita dapat percaya, bahwa Yesus adalah Tuhan, karena Roh Kudus yang jadi pendorong dan penggerak kita untuk berdoa dan menjalin relasi yang akrab dengan-Nya.
Mari kita membuka hati dan menyadari akan kuasa Roh Kudus serta izinkan kita dipimpin oleh-Nya, sehingga dalam setiap tantangan dan hambatan yang kita hadapi, kita tetap mampu bertahan dalam iman akan Tuhan.
Sr. M. Jovina, P. Karm
Kamis, 07 Agustus 2025
Bil 20: 1-13 Mzm 95: 1-2.6-9 Mat 16: 13-23
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

