“Di tengah badai dan jatuh bangun iman kami, Bunda Maria menuntun kami menuju Yesus, Sang Damai.”
Hari ini kami mengenangkan Dedikasi Basilika Santa Maria Mayor, sebuah tempat kudus yang jadi lambang kehadiran Tuhan lewat Bunda Maria, Tabut Perjanjian Baru yang dengan rendah hati menyambut ‘Sabda’ dan menjadikannya daging.
Di tengah peringatan suci ini, Engkau berbicara kepada kami lewat kisah Musa yang difitnah,
namun justru Engkau membela sebagai sahabat-Mu. Miriam yang bersalah Kau tegur dengan kasih, dan Musa yang disakiti, justru berdoa memohon pengampunan bagi saudarinya.
Tuhan, ajar kami kelembutan seperti itu. Ajar kami untuk tidak membalas kejahatan dengan kemarahan, tapi jadi saluran rahmat dan belas kasih, seperti Musa… seperti Maria.
Lewat Mazmur hari ini, kami mengakui dosa dan kelemahan kami:
“Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu.”
Bersihkanlah hati kami, agar kami bisa jadi bait-Mu yang hidup.
Seperti Engkau menyucikan rahim Maria untuk menyambut Putra-Mu,
bersihkan pula batin kami agar layak menyambut kehadiran-Mu.
Saat kami membaca Injil, kami merasa seperti Petrus, berani melangkah ke luar dari perahu, tapi mudah gentar oleh gelombang dunia. Tapi justru di tengah badai, Engkau datang berjalan di atas air, mengulurkan tangan, dan berkata,
“Tenanglah! Aku ini. Jangan takut!”
Bunda Maria selalu menunjukkan arah kepada-Mu. Di saat kami goyah, dia membisikkan, “Lakukanlah yang dikatakan-Nya.”
Ya, Tuhan Yesus, kami juga ingin ke luar dari perahu kami, melangkah dalam iman, meski kaki kami gemetar.
Jika kami tenggelam, ulurkanlah tangan-Mu seperti kepada Petrus.
Angkat kami, pulihkan kami, dan ajar kami untuk percaya sepenuhnya kepada-Mu.
Bunda Maria yang hatinya selalu terarah kepada Allah, doakanlah kami agar kami senantiasa berpaling kepada Yesus, meski di tengah badai dan cucuran air mata.
Bentuklah hati kami agar jadi ‘Basilika kecil’ tempat Allah disembah, kasih itu tinggal, dan tempat rahmat itu dibagikan.
Bapa, kami mempersembahkan hati ini kepada-Mu dengan segala syukur dan kelemahan kami,
dengan iman yang bertumbuh, dan cinta yang ingin Engkau sucikan.
Bersama Bunda Maria, kami mohon dan percaya, dalam Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

