Orang yang egois itu mudah sekali dikenali. Biasanya, dia lebih suka menerima daripada memberi. Di banyak kesempatan dia harus mendapatkan bagian, dan tidak pernah mau berkorban. Sifatnya jelas, dia hanya berpikir untuk dirinya sendiri, tidak peduli dengan orang lain.
Kata-kata ini, “Love, Empathy and Compassion”, tidak tertulis dalam daftar kamus hidupnya.
Bahayanya, orang yang egois itu adalah, ketika berubah jadi rakus dan tamak. Dia hidup dalam kelimpahan, tapi selalu merasa kurang.
Semoga kita tidak jadi orang yang egois dan rakus. Jika ada yang bisa dibagikan, bagikanlah. Jika itu bukan jadi milik kita, jangan diambil. Yang harus dihindari adalah, jangan korupsi. Itu tidak hanya egois, tapi rakus dan jahat!
Rm. Petrus Santoso SCJ

