“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” (Luk 12: 15).
Seorang Ibu yang hidupnya berkecukupan merasa dirinya belum puas dengan segala yang dimilikinya. Ia memiliki banyak harta kekayaan, seperti rumah dan mobil mewah, gadget harga puluhan juta, bahkan mempunyai perusahaan besar yang ada di dalam maupun luar negeri. Ia terlalu sibuk dengan segala urusan pekerjaan dan hal duniawi lainnya sehingga lupa, bahwa semuanya itu pemberian Tuhan.
Saat ini, Yesus mengingatkan kita untuk selalu bersikap waspada terhadap segala ketamakan akan kekayaan, karena hidup kita tidak berasal dari semua itu. Tapi hidup kita berasal dari kasih Tuhan sebagai harta surgawi.
Dalam Injil, Yesus juga menegur pemuda yang kaya untuk menjual seluruh harta miliknya agar memperoleh hidup kekal (Luk 18: 22). Yesus menekankan, bahwa kekayaan dunia membuat banyak orang tidak puas, bahkan jadi jalan menuju kebinasaan, kalau kita terus terikat dan mengabaikan kasih-Nya.
Rasul Paulus sendiri mengatakan bahwa akar dari dosa adalah cinta uang. Seseorang yang terikat pada harta duniawi menjadikan dirinya buta terhadap penyelenggaraan Tuhan, karena dikuasai oleh ketamakan. Oleh karena itu, kita perlu bersyukur atas segala rahmat yang kita terima, terutama harta dunia yang dimiliki.
Rm. Sebastianus Paulus, CSE
Minggu, 03 Agustus 2025
Pkh 1: 2;2 :21-23 Mzm 90: 3-6.12-14.17; Kol 3: 1-5.9-11 Luk 12: 13-21
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

