Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Aliran air sungai tak pernah surut ke belakang.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Kesetiaan Tiada Taranya
Jika ditinjau dalam konteks ‘kesetiaan’, maka Anda dan saya perlu berguru kepada sifat-sifat dasar alamiah dari aliran air sungai yang mengalir dengan setia, sabar, dan mau merendah.
Sungguh, bahwa sejatinya, tidak akan pernah terjadi, bahwa aliran air sungai akan kembali atau surut ke belakang. Tidak! Air senantiasa hanya mau mengalir dan merendah.
Maka, mencermati dengan saksama, bagaimana ikhlasnya ujung lidah dari aliran air sungai yang setia menuruni, mengitari, mengikuti, dan mau menyerupai wadah apa pun yang dijumpainya.
Di sisi yang lain, air tidak akan pernah menolak untuk melewati suatu tempat yang bagaimana pun kondisi geografisnya. Apakah tempat itu berupa tebing curam, bebatuan padas, jurang yang menganga lebar, atau kelokan berliku? Sungguh, air tidak pernah mempersoalkannya, bukan?
Sifat-sifat Dasar Air
Air telah jadi sarana hidup yang paling vital bagi umat manusia. Air telah memiliki fungsi paling sentral di dalam kehidupan kita.
Air memiliki sifat-sifat dasar sebagai sarana pembersih yang: setia, tulus, sabar, dan mau merendah. Juga bukankah ke mana dan di mana pun berada, ia akan selalu bersikap setia. Itulah kesetiaan sejati.
Konklusi
Setelah mencermati aneka keunggulan dari sifar dasar air, kita dapat mengonklusikannya, bahwa air itu sebagai kebutuhan yang paling vital.
Marilah kita sudi untuk berguru pada kesetiaan, keikhlasan, adaptif, dan sikap rendah hati.
Sungguh, tidak akan pernah ada kehidupan tanpa air!
Kediri, 3 Agustus 2025

