Yohanes Pembaptis adalah seorang Martir yang mengasihi Allah dan kebenaran-Nya lebih dari hidupnya sendiri. la selalu berdiri untuk membela kebenaran dan keadilan. la dihukum mati oleh Herodes Antipas, karena telah mengkritik perbuatannya yang tidak bermoral. Ketika mendengar berita tentang Yesus, Herodes mengira Dia adalah Yohanes yang telah hidup kembali dari kematian.
Fakta ini menjelaskan, Herodes tidak mampu membebaskan dirinya dari dosa yang telah diperbuat terhadap Yohanes. Konsekuensi ini yang harus ia terima, karena lebih mementingkan ambisi dan kekuasaan daripada mendengarkan suara hati nurani.
Kematian Yohanes Pembaptis yang tragis sekaligus mulia ini, adalah harga mahal yang harus dibayar untuk membela kebenaran. Tidak hanya pada zaman Yesus, pada zaman ini juga, tidak sedikit orang yang harus menderita dan bahkan mati secara menyedihkan karena membela kebenaran. Tidak terhitung berapa banyak orang yang dibungkam, hilang atau dibunuh, ketika mengkritik ketidakadilan, rasisme, dan kebijakan politik yang kejam. Seperti Yohanes Pembaptis, demi kebaikan bersama dan kebenaran dari Allah, mereka tidak mengenal kompromi, meskipun harus mempertaruhkan hidup mereka.
Berkaca pada kesaksian Yohanes Pembaptis, kita dapat bertanya, apakah kita berani bersuara bagi mereka yang tidak bersuara dan berdiri demi menegakkan kebenaran?
“Tuhan, berilah kami kekuatan untuk bertobat dan mampukan kami untuk memilih yang baik serta menolak yang bertentangan dengan kehendak-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

