“Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu” (Mat 13: 46).
Yesus menggambarkan Kerajaan Allah seperti harta terpendam atau mutiara yang sangat berharga. Untuk mendapatkannya, seseorang harus menjual seluruh miliknya dan membelinya. Hal ini menunjukkan nilai tidak terhingga dari Kerajaan Allah, sehingga untuk memperolehnya kita harus menjual segala harta milik yang kita miliki. Hal Kerajaan Allah ini tidak lain adalah persatuan kasih kita manusia dengan Kristus Sang Pengantin Pria
Yesus mengajak kita melihat, bahwa Dia adalah satu-satunya harta hidup dan kita harus berani melepaskan segala sesuatu untuk mendapat Sang Segala (Allah). Tapi dalam hidup sehari-hari, kita sering kali sibuk mengejar harta duniawi, seperti uang, kehormatan, atau kenikmatan duniawi yang bersifat sementara dan tidak pernah dapat memuaskan hati kita.
Apakah kita rela menjual kenyamanan atau ambisi demi mengenal Allah lebih dalam? Apakah ada sesuatu yang menghalangi kita untuk sepenuhnya mengikuti Yesus?
Mari kita cari Kerajaan Allah dengan segenap hati, karena di dalamnya kita temukan sukacita abadi yang tidak dapat dibeli dunia.
Fr. Damian Maria, CSE
Rabu, 30 Juli 2025
Kel 34: 29-35 Mzm 99: 5-7.9 Mat 13: 44-46
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

