“Untuk memiliki harta sejati, kita harus rela melepas segala yang palsu, meski tampak bersinar.”
Yesus mengajar kami tentang Kerajaan Surga itu melalui dua perumpamaan: harta yang terpendam dan mutiara yang sangat berharga. Keduanya menggambarkan pengalaman menemukan sesuatu yang amat bernilai, hingga orang rela menjual segalanya untuk memilikinya.
Begitulah kasih Allah Bapa. Sering kali tidak dicari secara sengaja, namun justru hadir dalam peristiwa-peristiwa hidup yang tidak terduga, dan saat kami menyadarinya, hati kami tahu: Inilah yang sesungguhnya kami rindukan.
Betapa sering kami terjebak dalam hal-hal yang tampak bersinar, namun kosong. Ajarlah kami, seperti Engkau ajarkan pada Musa, bahwa kemuliaan sejati itu tidak ditemukan dalam kepemilikan atau pencapaian duniawi, melainkan dalam perjumpaan dengan-Mu. Wajah Musa bercahaya bukan karena ia mencari kemuliaan, melainkan karena ia tinggal bersama-Mu.
Tuhan, jadikan kami peka terhadap kehadiran-Mu. Jangan biarkan kami melewatkan saat-saat rahmat, karena hati kami sibuk mengejar yang fana. Berbicaralah kepada kami, seperti Engkau berbicara dari dalam tiang awan, dan tuntun kami ke tanah suci tempat sabda-Mu hidup dan menyala.
Kami sadar, bahwa banyak hal yang kami genggam justru menghalangi kami berlari kepada-Mu. Rasa takut, kesombongan, kekhawatiran, dan kelekatan pada kenyamanan palsu. Berilah kami keberanian untuk melepaskannya, agar kami sungguh meraih harta sejati: Yesus, Putra-Mu.
Yesus adalah mutiara yang kami cari-cari. Dalam Dia, kami menemukan kasih yang menyembuhkan, kerahiman yang membebaskan, dan panggilan yang membangkitkan jati diri kami yang terdalam. Dalam Dia, wajah-Mu bersinar atas kami, bukan untuk menakutkan, melainkan untuk memberkati.
Tuhan, ajarilah kami menyembah dengan hormat dan sukacita. Buatlah kami menghargai persahabatan-Mu melebihi segala yang lain, dan berjalan hari ini dalam cahaya kasih-Mu yang memancar.
Kami rindu jadi pribadi yang tidak hanya beriman, tapi juga memancarkan terang, karena telah berjumpa dengan-Mu.
Biarlah harta yang kami miliki di dalam hati kami, yakni Yesus sendiri itu terpancar dalam kata, pilihan, dan sikap hidup kami.
Demi Kristus Tuhan kami, Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

