“Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya” (Luk 10: 39b).
Suatu saat saya dalam perjalanan mengendarai sepeda motor dengan barang bawaan yang cukup banyak. Langit mendung dan gelap. Sambil berkendara, saya berdoa: “Tuhan, jangan hujan dulu, bawaan saya banyak.”
Saya senang, karena sepanjang berkendara, hujan tidak turun, walaupun mendung tampak pekat. Kira-kira 1 km dekat rumah, gerimis turun. Saya mulai cemas. Sekali lagi saya berdoa: “Tuhan, kurang dikit lagi. Jangan hujan dulu.” Saya tidak menambah kecepatan sepeda motor saya. Saya bersyukur, ketika tiba di rumah, hujan turun dengan derasnya.
Banyak hal kecil dalam kehidupan kita, yang mungkin tidak disadari, tentang kemurahan hati Allah. Kadang kita lebih fokus pada permohonan-permohonan besar kita dalam Novena, mengabaikan hal kecil, permintaan sederhana, yang justru sudah dikabulkan lebih dulu.
Allah itu murah hati. Seperti Marta yang amat percaya kepada Yesus, kita juga diajak untuk berserah dalam doa. Masalah akan selalu ada dalam hidup kita, bahkan mungkin seolah-olah tidak ada jalan ke luarnya. Namun, saat kita tetap berserah dalam doa, Tuhan pasti memampukan kita menghadapinya. Percaya saja, Allah itu murah hati.
Titin
Selasa, 29 Juli 2025
1 Yoh 4: 7-16 Mzm 34: 2-11; Yoh 11: 19-27 atau Luk 10: 38-42
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

