Simply da Flores
…
1.
Tak bisa Melihat
Aku terlahir dengan dua bola mata
namun nyatanya mataku tak berfungsi
Maka
aku tak menyaksikan obyek
seperti sesama yang normal matanya
Aku melihat dengan telinga
merekam informasi dan pengetahuan
dan belajar mengenal dengan telinga
Aku kagumi indahnya pelangi
Aku bedakan terang dan gelap
Aku tahu angka uang
dengan telinga dan jemari
dengan rasa dikulitku
“Aku memang buta bola mataku
tetapi pribadiku bisa melihat dengan mata yang lain”
2.
Fungsi Mataku Normal
Aku memiliki mata berfungsi normal
Bisa melihat berbagai obyek
bisa mengenal sesama dan isi alam
bisa bedakan kata, warna, dan angka
bisa mengagumi waktu siang hingga malam
Namun
sungguh mulai kusadari
bahwa semua yang kupandang
hanya bisa aku kenal dan pahami
karena ditopang indra yang lain
Ada telinga dan kulit
Ada hidung dan lidah
Yang semuanya karena otak yang berpikir
untuk mengolah pengetahuan dan pengalaman
“Aku melihat dengan pikiran dan bahasa yang diwariskan
Namun sering juga buta makna dan nilai”
3.
Pikiran yang Melihat
Aku berbeda dari ciptaan lain
Entah tumbuhan dan hewan
Entah debu tanah dan batu kayu
Entah air, sungai, laut dan hujan
Entah sinar mentari, bulan bintang
Entah sesama saudara manusia
Ternyata karena kerja pikiranku
Aku bisa miliki pengetahuan
Aku bisa belajar merefleksi pengalaman
Aku bisa mengenal diri dan sesama
Aku mampu membedakan isi alam lingkungan
Aku merasakan pengalaman rohani
Ternyata karena kerja pikiranku
yang berkaitan dengan bahasa yang kumiliki
dan warisan tradisi lingkungan relasiku
“Aku memang ada mata nalar
tetapi belum tentu cerdas waras berpikir”
4.
Ketika Mata Rasaku Berfungsi
Aku diberitahu ada rasa
bagaimana emosi dan kepekaan diri
bisa melihat bukan dengan bola mata
bisa mengenal dengan intuisi
bisa mengetahui dari penciuman
bisa membedakan dengan lidah dan mulut
bisa menyapa dengan sentuhan
Rupanya…
semua itu terhubung dengan data informasi
yang tersimpan dalam rekam pikiranku
Dengan bahasa yang mampu kupahami
yang diwariskan oleh tradisi lingkunganku
Mata rasaku bertumbuh melihat obyek
karena kemampuan olah kerja pikiranku
melatih kepekaan dan kesadaran pribadiku
“Ada mata rasa kumilki
namun sering tidak peka melihat realitas”
5.
Melihat dengan Hati Sanubari
Ada sebuah gudang istimewa
yang diciptakan oleh pikiran
yang dihasilkan oleh kreasi nalar
dalam mengolah data informasi pengalaman
Ruang hati nurani yang menyimpan pilihan nilai harkat diri
serta gudang sanubari jiwa
yang menampung pengalaman rohani
Pribadiku diberi mata hati nurani
untuk melihat aneka nilai kehidupan
Pribadiku memiliki mata jiwa sanubari
agar melihat dengan mata rohani
Bahwa hakikat sejati diri pribadiku
adalah makhluk rohani ciptaan Ilahi
untuk berkelana mengemban amanah di dunia ini
“Mata hati dan mata jiwaku bisa buta
jika tak tahu terima kasih dan lalai bersyukur”

