Undangan kasih Tuhan Yesus untuk datang kepada-Nya itu jangan ditolak. Jangan biarkan diri kita diremukkan oleh kelelahan dan keletihan jiwa. Dengan menyambut undangan kasih-Nya, kelelahan dan keletihan kita segera sirna. Jiwa kita disegarkan kembali oleh kasih-Nya tidak pernah mengering, karena Tuhan Yesus setia.
Selain memperoleh kesegaran jiwa kembali, kita juga diajak belajar daripada-Nya.
Materi pokoknya adalah belajar untuk lemah lembut dan rendah hati. Dua keutamaan yang menghantar kita untuk jadi pendamai dan orang kudus.
Selamat belajar di ‘Sekolah Tuhan’ yang tidak pernah libur. Selalu ada seorang Guru Sejati yang siap memberi ‘dua mata pelajaran’ itu kepada kita untuk miliki kelembutan dan kerendahan hati.
Tidak ada ujian tertulis, tapi hanya ada ujian praktek. Sedang yang memberi nilai adalah pribadi-pribadi yang kita jumpai hari ini.
“Apakah kita adalah pribadi yang lemah lembut dan rendah hati?”
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

