Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Main kuasa adalah sebentuk ekspresi dari sikap gila hormat.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Makna Idiomatikal
“Main kuasa dan gila hormat,” adalah dua buah idiom yang bermakna, tindakan sewenang-wenang dan sikap berlebihan dalam mencari pujian atau sanjungan.
Ditinjau dari aspek pemaknaan, maka makna dari kedua idiom ini sangat erat berkaitan alias berelasi. Kedua makna ini justru mau mendeskripsikan hal sikap batin anak manusia yang terkesan sangat angkuh dan semena-mena, karena sangat haus dan mabuk kekuasaan. Di balik ekspresi dari kedua sikap ini, justru mau menggambarkan, bahwa betapa kekanak-kanakan pribadi-pribadi ini.
Manusia adalah Makhluk Bermasalah
“Errare humanum est,” kesalahan adalah suatu yang sangat manusiawi. Demikian sebuah argumen cerdas dari Seneca yang sejarahwan Romawi kuno itu.
Ternyata jauh sebelum hari ini, tahun ini, dan bahkan di abad ini, orang-otang sudah menyadari, bahwa manusia itu sebagai makhluk yang lemah dan sangat manusiawi. Artinya, makhluk manusia itu tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan laten.
“Errare Humanum est, Perseverare Diabolicum”
Berbeda halnya, jika ternyata manusia itu selalu mau mengulangi hal atau kesalahan yang sama, maka kondisi itu sudah dapat disejajarkan dengan sikap Iblis alias Setan. Karena fakta membuktikan, bahwa sudah sangat sering kecenderungan manusia untuk ‘jatuh lagi ke lubang yang sama, bukan?’
Tidaklah jarang, bahwa di dalam hidup ini kita menjumpai kondisi hidup dari orang-orang yang doyan untuk berbuat masalah atau mengulangi kesalahan yang sama. Kita akhirnya, mengenal istilah ‘bromocorah’ alias orang yang sudah sering ke luar masuk lembaga permasyarakatan.
Main Kuasa dan Gila Hormat
Inilah fakta dari sebuah wajah yang bermasalah, yang terekspresi lewat sikap hidup manusia. Inilah kedua buah idiomatikal yang mau menggambarkan sebuah kondisi riskan secara psikologis dari manusia yang berjiwa labil dan juga kekanak-kanakan.
Mereka telah Tersesat
Bukankah para koruptor, perampok, perebut kuasa, kaum intoleran, dan para manipulator data adalah mereka yang telah berani bersikap main kuasa dan juga gila hormat?
Mereka adalah saudara-saudara kita yang telah rela untuk meninggalkan jalur kebenaran dengan cara melompati rambu-rambu kehidupan. Dalam konteks ini, mereka telah tersesat dengan cara memasuki rimba raya kebenaran tanpa sepengetahuan dan seizin siapa-siapa.
Duhai sang Kebenaran, Setan mana yang telah rela menyeret mereka ke lembah kekelaman ini?
Bukankah manusia itu juga sejatinya adalah makhluk yang doyan bermasalah?
…
Kediri, 27 Juli 2025

