“Semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka (Sir 44: 11).
Penulis Kitab Sirakh mengajarkan kepada kita untuk tidak melupakan warisan rohani yang telah ditinggalkan oleh para pendahulu kita yang hidup dalam iman. Kita dapat mengambil contoh dari kehidupan mereka, terutama dalam hal kesetiaan, keberanian, dan pengabdian kepada Tuhan.
Begitu pula kita yang hidup pada zaman sekarang ini, penting bagi kita untuk jadi teladan bagi generasi berikutnya.
Apakah kita sudah jadi contoh yang baik bagi mereka? Apakah hidup kita telah mencerminkan terang Kristus yang dapat diteladani oleh generasi setelah kita?
Generasi muda membutuhkan teladan iman dan nilai-nilai kehidupan yang benar. Dalam hal ini, kita dapat meneladani Santo Yoakim dan Santa Anna, meskipun mengalami penantian panjang tanpa anak, mereka tetap hidup dalam iman yang kuat dan penuh harapan kepada Tuhan. Mereka tidak putus asa, tapi tetap yakin, bahwa Tuhan akan menggenapi janji-Nya. Inilah warisan iman yang mereka berikan untuk kita. Kita juga diharapkan tetap teguh, bersabar dalam penantian, dan percaya, bahwa Tuhan memimpin setiap langkah hidup kita dan memiliki rencana yang indah untuk kita.
Marilah kita selalu hidup dalam kebajikan agar dapat jadi teladan bagi generasi berikutnya.
…
Sr. M. Alexandra, P. Karm
Sabtu, 26 Juli 2025
Sir 44: 1.10-15 Mzm 132: 11.13-14.17-18; Mat 13: 16-17
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

