“Arahkan pandangan pada Sang Penabur, dan jadikan hidup kita persembahan yang berbuah sampai kekekalan.”
Allah yang Maha Kudus bersabda dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai terbenamnya. Dari Sion, Dia bersinar dalam keindahan sempurna. Dia mengikat perjanjian dengan umat-Nya, yang dimeteraikan dengan darah dan digenapi dalam Kristus, Anak Domba Paskah kami. Melalui Kristus, Allah memanggil kami bukan hanya untuk taat, melainkan untuk tinggal dalam persekutuan kasih dengan-Nya.
Hari ini, Yesus mengajar kami lewat perumpamaan tentang gandum dan ilalang, tentang misteri kesabaran-Mu dan keadilan-Mu. Kami sering bertanya, “Mengapa tidak sekarang mencabut ilalangnya?” Tapi jalan-Mu bukanlah jalan kami. Pandangan-Mu jauh lebih dalam. Engkau ingin bukan kebinasaan, melainkan pertobatan dan pembaruan.
Ya Allah, kami terlalu cepat menghakimi dan fokus pada kesalahan: di dunia, di Gereja, bahkan pada diri sendiri. Kami membesar-besarkan ilalang dan melupakan Sang Penabur. Kami lebih sibuk melawan kegelapan daripada menyinarkan terang. Kami ingat dosa asal, tapi lupa berkat asal. Kami bicara banyak tentang Iblis, tapi lupa menyembah Engkau yang Maha Rahim.
Hari ini Engkau mengingatkan kami: ladang itu milik-Mu. Di tengah ilalang, gandum sedang bertumbuh. Yesus telah menaburkan benih yang baik: kebenaran, kasih, kerahiman. Engkau menyiraminya dengan Darah Perjanjian dan menyuburkannya melalui Ekaristi dan rekonsiliasi.
Kami dulu hanyalah ilalang, tapi Engkau tidak menyerah atas kami. Engkau mengubah kami dan memanggil kami anak-anak-Mu.
Kini, oleh rahmatMu, Engkau mengutus kami untuk menghasilkan buah: jadi gandum yang mengisi lumbung-Mu, memancarkan kemuliaan-Mu, dan hidup dalam perjanjian dengan sukacita.
Bapa arahkan mata kami hanya kepada Yesus, Sang Penabur, Putra-Mu. Penuhi kami dengan Roh-Mu, agar kami bukan hanya menghindari kejahatan, tapi sungguh memilih yang baik. Biarlah hidup kami jadi persembahan syukur, hati kami penuh pengharapan, dan tangan kami siap melayani. Bila kami bersuara, biarlah yang kami nyatakan adalah kerahiman-Mu yang menyelamatkan, dan kemuliaan-Mu yang kekal. Demi Kristus Tuhan kami.
Amin.
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

