Simply da Flores
…
1.
Para petani membuka hutan belantara
sekuat otot lengannya dan sarana yang dimiliki
Pada ladang sederhana ditabur benih doa
Pada sawah terbatas ditanam mantra
agar bisa tumbuhkan aneka tanaman
sebagai sumber rezeki kehidupan
Jika hujan panas berjalan normal
dan kepasrahan mendapat jawaban
Para pemburu mengemis di tengah padang
harapkan mendapat belas kasihan pemilik alam
Bisa pulang membawa hasil binatang hutan
dengan jerat, busur panah dan tombak
Karena sadari mereka tidak memelihara
untuk kebutuhan protein keluarga
Karena tahu hutan rimba belantara
ada hukum alam yang berlaku
bagi manusia yang hanya tamu
Bukan pemilik dan penguasa maha daya
2.
Datang ke sungai dan danau
masyarakat tradisi mencari ikan
mereka mengambil sesuai kebutuhan
dengan alat sederhana penuh sahaja
Para nelayan menebar jala
di pesisir pantai atau lautan lepas
Ada pancing, bubu, dan aneka umpan
tetapi selalu bersikap meminta
karena tahu tak pernah memelihara
semua yang ada di danau, sungai, dan laut
Kemajuan zaman mengubah cara pandang
karena kemajuan ilmu dan teknologi
Ada hutan belantara dibabat
Ada padang luas disulap
jadi perkebunan tanaman sejenis
yang diproduksi secara modern
Maka
relasi alam dan manusia telah berubah
dari ketergantungan dan pengemis
Sekarang jadi penguasa dan pemilik alam lingkungan
Bahkan
sering masyarakat pewaris jadi korbannya
3.
Iptek modern dan canggih diagungkan
bukti kehebatan pikiran manusia modern
Alam raya ini adalah obyek
yang bisa dikuasai dan dikuras isinya
yang bisa dikorek dan disedot kandungannya
Demi kepentingan selera nafsu manusia
dan pikiran bisa ciptakan aneka argumentasi
Atas nama pembangunan dan kemajuan
Atas nama peradaban dan harkat kemanusiaan
Atas nama keuntungan dan kesejahteraan
Atas nama aturan dan kekuasaan
Segala cara bisa dianggap benar
tak peduli kerusakan lingkungan
Bahkan harus korbankan banyak manusia yang lemah
Tak ada yang menanam hutan belantara ratusan tahun
tetapi merasa benar membabat dan menggunduli alam
karena nanti reboisasi dan penghijauan kembali
karena ada kekuatan kuasa dan modal
Tak ada yang memelihara aneka mineral
serta semaikan gas dan minyak
tetapi begitu yakin mengorek perut bumi
mengambil isinya sebanyak-banyaknya
Dan begitu bangga berpesta pora
hasilkan kekayaan dan menumpuk harta
memenuhi selera dan ciptakan Surga
sedangkan rakyat jelata lara menderita
4.
Ketika ada fakta bencana alam
sering terjadi dijawab kata-kata
biasa banyak argumentasi ilmiah memenuhi media
Ada sandiwara saling mempersalahkan
Ada banyak topeng ditampilkan
Banyak pihak mencuci tangan tak bersalah
Sedangkan rakyat jelata jadi korban
hilang nasib dan meregang nyawa
Masalah diatasi dengan masalah baru
dan akhirnya semua berlalu
Yang kaya dan berkuasa terus berpesta pora
Yang miskin tak berdaya terus sengsara dan merana mati
Kehidupan zaman ini seperti sandiwara bersemi
dinamika fakta penuh misteri
Segelintir orang yang menikmati selera pribadi
karena ada kuasa, modal dan senjata
karena kuasai ilmu dan sarana teknologi canggih
Polusi dan aneka kerusakan alam ini
dianggap logis dan bisa dijelaskan
Bahkan manusia yang lemah tak berdaya
dianggap layak merana dan dikorbankan
dengan kata janji dan beragam strategi
“Hidup hanya satu kali untuk dinikmati
Mereka adalah sang penguasa alam semesta
Mereka Tuhan atas sesama yang tak berdaya
Mereka pencipta dan pemilik Surga
yang lemah tak berdaya pemilik Neraka”

