“Persoalan itu tidak datang bertubi- tubi. Karena yang datang serentak itu anugerah Tuhan.” -Mas Redjo
…
Saya tidak sependapat dengan A yang terus menerus berkeluh kesah didera persoalan demi persoalan, sehingga kesedihan itu seperti deru gelombang samudra yang tiada kunjung usai.
Saya tidak menanggapi keluhan A, karena berkaitan dengan masalah keluarga, dan saya tidak mau ikut campur. Kecuali, jika dimintai saran. Saya memintanya untuk tabah dan sabar dalam menghadapi masalah hidup.
Menurut saya, persoalan A itu muncul, karena ia memperlakukan anak-anaknya secara pilih kasih, antara yang berpendidikan tinggi dan pandai mencari uang dengan anak yang sederhana dan belum bekerja. Akibatnya, anak yang diremehkan itu sakit hati dan kabur dari rumah, padahal Ibunya sedang opname di RS.
Jika teman berpendapat, persoalan sering datang bertubi-tubi itu hak dia. Saya menolak dan tidak setuju pendapat itu. Banyak di antara kita yang tidak peka, cuek, tidak peduli, atau bahkan sering menunda untuk menyelesaikan suatu masalah. Sehingga masalah-masalah itu makin menumpuk, ngap, dan sakit.
Bagi saya pribadi, berat ringannya suatu masalah itu sumbernya dari ego, ketika kita tidak mau membuka hati ini untuk menyederhanakan dan menyelesaikannya.
Saya tidak senang menunda-nunda dalam menyelesaikan suatu persoalan. Lebih cepat selesai persoalan itu lebih baik agar tidak membebani pikiran dan dada jadi nyaman.
Tidak hanya itu, saya juga belajar membiasakan diri untuk mengalah pada orang lain dan memahaminya. Bahkan saya tidak segan meminta maaf, ketika melihat teman itu berubah wajah dan sikap saat kami berbincang. Saya takut salah ngomong dan menyinggung hatinya.
Apakah masalah itu selalu datang bertubi-tubi?
Tidak! Karena saya belajar dan membiasakan diri untuk peka dalam menyikapi suatu persoalan serta sesegera mungkin untuk menuntaskannya.
Apakah deraan persoalan hidup itu ujian dari Tuhan?
Sekali lagi tidak. Karena Tuhan setia. Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan. Pada waktu kita dicobai, Ia memberikan kepada kita jalan ke luarnya (1 Kor 10: 13).
Selalu mengandalkan Tuhan, karena Ia murah hati. Alleluya!
…
Mas Redjo

