Simply da Flores
…
1.
Semua yang ditakdir datang ke dunia
pasti disertai hukum akan pulang ke asal
Setiap kita yang terlahir hidup
pasti selalu dikawal sang ajal
Semuanya pasti kembali
yang berbeda hanya waktu, tempat dan cara mati
serta sikap dan cara memandang kematian
Bahkan pengalaman dijemput sang ajal
2.
Di hadapan fakta kematian
ada aneka tradisi diwariskan
untuk menghadapi dan mengalaminya
Di depan sang ajal itu
ada beragam sikap dan cara
yang bisa dipilih setiap pribadi
Bahkan ada yang tak peduli
karena bermacam ragam alasan
Atau berjuang lari dari ajal
karena mau hidup abadi di dunia
3.
Kepadamu, wahai kematian
aku kemarin cemas dan takut
karena tidak tahu dan mengenalmu
Di hadapanmu, hai sang ajal
aku mohon maaf dan mau bersahabat denganmu
Karena sekarang sudah kuyakin
engkaulah sumber energi kehidupanku
Sisi kembar dari fakta hadirku
Bahkan sumber kekuatan berziarah kelana
ajal tentukan tiba saatnya purna
4.
Wahai sang ajal atau kematian
ketika tahu fakta dan misteri
yang menyertai ziarah adaku
Maka semestinya aku bersyukur
karena hadirmu kematian
Maka seharusnya aku mencintai
proses peran energimu sang ajal
yang menemani ziarah nafasku hingga selesai
pulang menghadap Sang Hyang Ilahi
5.
Aku pada mulanya sedih dan takut
akan hilang sirna karena kematian
karena aku membutuhkan peran mereka yang meninggal itu
Aku biasa mencintai kehidupan
dan merasa mampu melarikan diri darimu ajal
Padahal engkaulah sumber energi nafas kehidupanku
yang mengiringi desah nafasku dan detak jantungku
Inilah sejatinya diri pribadiku
6.
Pribadiku ada jasmani rohani
Berkelana dari tiada, ada, lalu tiada
dari lahir, hidup dan mati
Karena energimu sang ajal
yang menyertai jejak langkah nafasku
dalam lembaran ruang dan waktu
Sungguh fakta misteri Ilahi
dalam totalitas dinamika seluruh semesta
Untuk disyukuri dan dicintai
7.
Atas kreasi inkarnasi Sang Ilahi
yang bersemi silih berganti
yang terjadi lestari abadi
segala sesuatu ada dan terjadi
Jika aku sadari hakikat sejati diri pribadi
Maka
padamu, wahai sang ajal
aku mesti berterima kasih dan bersahabat
Padamu, wahai kematian
aku harus mencintai dan bersyukur

